Tangerang, HALOBANTEN.COM – Isu seksisme dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2024 menjadi sorotan publik setelah pernyataan kontroversial dari Calon Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, yang viral di media.
Dalam debat Pilkada pada 16 Oktober 2024, Dimyati mengungkapkan bahwa perempuan tidak seharusnya dibebani dengan tanggung jawab sebagai gubernur, merujuk pada kandidat perempuan, Airin Rachmi Diany.
Pernyataan tersebut memicu gelombang protes pada 17 Oktober 2024, sehari setelah debat, seperti yang diungkapkan Purnama Ayu Rizky dari Tim Media Brief Literasi Pemuda Indonesia (LPI) pada acara Media Brief LPI di Hotel Santika Premiere ICE BSD Tangerang, Rabu (22/1/2025).
Komentar Dimyati memunculkan perdebatan luas mengenai seksisme dalam politik, dengan dampak pada berbagai lapisan masyarakat.
Data menunjukkan bahwa pemberitaan mengenai pernyataan ini muncul dalam 69 artikel media daring sepanjang Oktober 2024, didominasi oleh media nasional.
Di media sosial, percakapan mengenai isu ini meroket, dengan 745 sebutan, sebagian besar berisi sentimen negatif, terutama di Twitter/X yang mencatat 425 mention.
Walau kontroversi ini menyebar luas, pasangan Dimyati berhasil memenangkan Pilkada Banten.
Kemenangan tersebut dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran tentang isu gender, dominasi politik dinasti, serta dukungan kuat dari koalisi besar dan tokoh nasional seperti Prabowo Subianto.















