HALOBANTEN, – Grand Prix China diwarnai dengan keputusan kontroversial setelah Lewis Hamilton, Charles Leclerc, dan Pierre Gasly didiskualifikasi akibat pelanggaran teknis pada mobil mereka. Pemeriksaan pasca-balapan menemukan bahwa mobil Hamilton tidak memenuhi standar ketebalan blok selip yang ditetapkan, sementara mobil Leclerc dan Gasly dinyatakan kurang berat dari batas minimum.
Akibatnya, Hamilton kehilangan posisi keenam yang diraihnya dalam balapan utama, setelah sebelumnya meraih kemenangan di sprint race pada hari Sabtu. Ini menjadi pukulan telak bagi Hamilton, yang baru saja bergabung dengan tim barunya.
Tim Ferrari, yang menaungi Leclerc, menyatakan bahwa mereka “tidak memiliki niat untuk mendapatkan keuntungan apa pun”. Mereka menjelaskan bahwa keausan ban yang tinggi pada mobil Leclerc, akibat strategi satu pit stop, menyebabkan pelanggaran berat. Sementara itu, mereka “salah memperkirakan konsumsi dengan selisih kecil” terkait keausan blok selip pada mobil Hamilton.
“Kami akan belajar dari kejadian ini dan memastikan bahwa kami tidak mengulangi kesalahan yang sama,” demikian pernyataan resmi dari tim Ferrari.
Leclerc, yang berasal dari Monako, awalnya finis di posisi kelima, sementara Gasly dari Prancis berada di posisi ke-11.
Dalam regulasi Formula 1, blok selip dipasang di bagian bawah mobil untuk memastikan ketinggian mobil tetap sesuai standar dan tidak melaju terlalu rendah. Blok selip tersebut terletak di papan kayu di bawah lantai mobil, yang juga memiliki batas kedalaman minimum.
Jika blok selip terlalu aus, hal ini dapat memberikan keuntungan performa karena mobil dapat melaju lebih rendah dari yang seharusnya.
Ini bukan kali pertama Hamilton didiskualifikasi akibat masalah serupa. Pada Grand Prix Amerika Serikat 2023, saat masih membalap untuk Mercedes, ia juga mengalami diskualifikasi karena pelanggaran teknis yang sama. (*/bbs)















