Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Sebuah ironi terungkap saat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, menyatakan ketidaktahuannya terkait dugaan kasus pencabulan di Ciputat Timur yang merupakan wilayah tugasnya.
Pengakuan ini disampaikan kepada awak media pada Selasa (15/4/2025) ketika dimintai tanggapan mengenai kasus yang diduga melibatkan tiga anak di kawasan Ciputat Timur.
Padahal, isu mengenai dugaan tindak asusila di Ciputat Timur ini tengah hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat.
“Saya belum menerima informasi terkait hal ini. Namun, jika ada data yang valid, saya akan segera menindaklanjutinya,” ujar Benyamin Davnie.
Meskipun belum menerima laporan resmi secara langsung, kata Benyamin, Pemkot Tangerang Selatan segera mengambil tindakan cepat setelah menerima data dan informasi yang lengkap mengenai kasus tersebut.
Ia menekankan bahwa Pemkot akan bergerak responsif apabila terbukti adanya pelanggaran hukum.
Lebih lanjut, Benyamin menyatakan bahwa Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penanganan kasus ini berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
“Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk proses penanganannya,” katanya.
Dalam konteks penanganan kasus pencabulan atau pelecehan seksual ini, Pemkot Tangsel telah mengambil langkah awal dalam memberikan bantuan kepada korban, terutama dalam hal pemeriksaan kesehatan.
“Setahu saya, visum untuk anak-anak korban sudah kita urus dan biayai. Kami berharap proses hukumnya dapat terus berjalan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, sebelumnya dilaporkan bahwa tiga anak di wilayah Ciputat Timur diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria berinisial AA (35).
Terduga pelaku kini telah diamankan oleh pihak kepolisian atas dugaan tindak kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
Kasus ini mencuat pada hari Minggu (13/4/2025) setelah salah seorang korban mengeluhkan rasa sakit pada bagian tubuhnya kepada warga di sekitar tempat tinggalnya.
(Alif/Jek/Red)















