Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Seorang pria mengakui polisi nyaris tipu pemilik ruko di Kademangan Kecamatan Setu Tangerang Selatan (Tangsel) Banten, Senin (05/5/2025).
Kejadian ini menimpa Supriyanto (29), pemilik ruko di Jalan Kademangan RT 03/03, dekat Masjid Raudhatul Jannah.
Menurut Supriyanto, pelaku berjumlah satu orang.
Pria tak dikenal itu awalnya datang seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Vario merah keluaran tahun 2016.
Awalnya, kedatangan pelaku tidak menimbulkan kecurigaan, namun perilakunya setelah menghampiri toko Supriyanto justru mengarah pada indikasi penipuan.
Pelaku langsung menghampirinya dan mengaku sebagai anggota kepolisian yang tengah menangani kasus penangkapan artis dan tersangka di Serpong.
Pelaku mengklaim bahwa tersangka yang dimaksud pelaku membeli barang di toko milik Supriyanto dan kedatangannya adalah untuk meminta sampel produk terkait penyelidikan.
Pria yang mengaku sebagai polisi itu juga berupaya mendapatkan barang secara gratis dengan dalih sebagai sampel untuk keperluan penyelidikan kasus yang sedang ditanganinya.
Ia bahkan memaksa Supriyanto untuk membuatkannya rokok sebagai “sampel”.
Gerak-gerik Pelaku Mencurigakan
Kecurigaan semakin menguat ketika teman Supriyanto yang berada di lokasi merasa ada yang tidak beres dengan gerak-gerik pria tersebut.
Untuk menguji kebenaran identitasnya sebagai polisi, teman korban kemudian mengajukan beberapa pertanyaan spesifik yang seharusnya diketahui oleh seorang anggota kepolisian.
Strategi ini terbukti efektif. Pria yang mengaku polisi itu tampak gugup dan bingung karena tidak bisa menjawab pertanyaan.
Jawaban yang diberikan pun terdengar ragu dan tidak jelas.
“Apalagi pas ditanya kantornya dimana dia jawabnya kayak orang kebingungan, terus gak lama dia bilang dari Polres Jaksel,” ungkap Supriyanto, menyoroti ketidaksesuaian informasi yang diberikan pelaku.
Keterangan yang berubah-ubah dan sikap yang mencurigakan semakin memperkuat keyakinan bahwa pria tersebut bukanlah anggota kepolisian yang sebenarnya.
Merasa terpojok dan panik, pria misterius itu akhirnya memilih untuk bergegas pergi.
Insiden ini menambah catatan modus penipuan dengan memanfaatkan atribut atau pengakuan sebagai aparat kepolisian untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
(Alif/Jek/Red)















