JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Situasi miris terungkap! Saat jutaan rakyat Indonesia pontang-panting mencari nafkah dan pekerjaan, 30 wakil menteri kita malah asyik merangkap jabatan sebagai komisaris atau komisaris utama di perusahaan-perusahaan BUMN.
Fenomena ini bikin geleng-geleng kepala dan memicu pertanyaan: gimana mau fokus kerja buat negara kalau hati dan pikiran udah kebagi-bagi?
Konflik Kepentingan Menganga Lebar?
Jabatan ganda ini bukan cuma soal etika, tapi juga potensi konflik kepentingan yang menganga lebar. Bayangin aja, seorang wakil menteri yang seharusnya totalitas ngurusin kebijakan publik, eh, malah jadi bagian dari perusahaan yang mungkin kebijakannya dia bikin sendiri. Kan ngeri!
Beberapa nama yang baru-baru ini keciduk rangkap jabatan antara lain Taufik Hidayat (Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga) yang kini jadi Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia, Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) nyambi jadi Komisaris PT Pertamina Hulu Energi, Arif Havas Oegroseno (Wakil Menteri Luar Negeri) nongol di PT Pertamina International Shipping, sampai Ferry Juliantono (Wakil Menteri Koperasi) ikut di PT Pertamina Patra Niaga. Nama-nama beken ini ternyata punya “kerja sampingan” di BUMN.
Beneran Dibutuhkan atau Cuma “Kursi Panas”
Sekjen Hipmi, Anggawira, bahkan mengonfirmasi langsung soal penunjukan Taufik Hidayat di PLN EPI pada RUPS akhir Juni 2025. Anggawira sendiri juga mengaku ditunjuk jadi komisaris PLN EPI, lho!
Tak ketinggalan, Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, membenarkan penunjukan Stella Christie dan Muhammad Qodari (Wakil Kepala Staf Kepresidenan) sebagai komisaris di perusahaannya. Bahkan, ada juga nama Denny Januar Ali alias Denny JA yang diangkat jadi Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen. Hermansyah beralasan ini keputusan pemegang saham demi “perubahan positif dan peningkatan profesionalitas”. Tapi, publik bertanya-tanya, apakah memang sebegitu vitalnya peran mereka di BUMN sampai harus merangkap jabatan?
Daftar Lengkap Para Wamen “Nyambi” di BUMN:
Dari total 55 wakil menteri di Kabinet Merah Putih, mengejutkan! Ada 30 nama yang merangkap jabatan sebagai komisaris atau komisaris utama di BUMN. Berikut beberapa di antaranya yang bikin kita mikir keras:
* Ratu Isyana Bagoes Oka (Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) – Komisaris PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel)
* Dyah Roro Esti Widya Putri (Wamen Perdagangan) – Komisaris Utama PT Sarinah (Persero)
* Todotua Pasaribu (Wamen Investasi dan Hilirisasi) – Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero)
* Angga Raka Prabowo (Wamen Komunikasi dan Digital) – Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
* Ossy Dermawan (Wamen Agraria dan Tata Ruang) – Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
* Silmy Karim (Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan) – Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
* Giring Ganesha (Wamen Kebudayaan) – Komisaris PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
* Immanuel Ebenezer Gerungan (Wamen Ketenagakerjaan) – Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero)
* Donny Ermawan Taufanto (Wamen Pertahanan) – Komisaris Utama PT Dahana (Persero)
* Yuliot Tanjung (Wamen ESDM) – Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
* Veronica Tan (Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) – Komisaris PT Citilink Indonesia
* Diaz Hendropriyono (Wamen Lingkungan Hidup) – Komisaris Utama PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel)
* Sudaryono (Wamen Pertanian) – Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero)
* Helvy Yuni Moraza (Wamen UMKM) – Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
* Diana Kusumastuti (Wamen Pekerjaan Umum) – Komisaris Utama PT Brantas Abipraya (Persero)
* Dante Saksono Harbuwono (Wamen Kesehatan) – Komisaris PT Pertamina Bina Medika
* Fahri Hamzah (Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman) – Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
* Ahmad Riza Patria (Wamen Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal) – Komisaris PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel)
* Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf (Wamen Kelautan dan Perikanan) – Komisaris Utama PT Perikanan Indonesia (Persero)
* Komjen Pol (Purn) Suntana (Wamen Perhubungan) – Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
* Suahasil Nazara (Wamen Keuangan) – Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
* Aminuddin Ma’ruf (Wamen BUMN) – Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
* Kartika Wirjoatmodjo (Wamen BUMN) – Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
* Christina Aryani (Wamen Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) – Komisaris PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
* Juri Ardiantoro (Wamen Sekretaris Negara) – Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk
* Bambang Eko Suhariyanto (Wamen Sekretaris Negara) – Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Ini dia daftar yang bikin rakyat cuma bisa elus dada. Gimana menurut kalian, gaes? Apakah ini wajar atau justru jadi bukti bahwa “kursi panas” di pemerintahan bisa jadi pintu rezeki sampingan? Yuk, ramaikan kolom komentar! (*/bbs)















