TANGSEL, HALOBANTEN.COM – Warga Serpong Utara dan sekitarnya kini bisa bernapas lega! Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, nggak pakai lama, langsung turun tangan meninjau proyek pembangunan infrastruktur penanganan banjir di wilayahnya. Selasa kemarin (15/7/2025), Pilar tampak serius memantau progres yang disebut-sebut bakal jadi solusi permanen untuk masalah banjir.
Turab Baru Anti-Banjir: Bye-Bye Genangan Dada!
Di lokasi, khususnya di Villa Mas Serpong, pembangunan turab baru yang lebih kokoh dan tinggi lagi digeber habis-habisan. Pilar menjelaskan, turab lama yang dinilai kurang mumpuni kini diganti total.
“Kita tinggikan turabnya dan juga pemasangan bronjong untuk perkuatan bahu sungai,” ujarnya semangat.
Pilar menegaskan, proyek ini adalah langkah konkret untuk memberantas banjir secara permanen. Meski sesekali masih ada genangan kalau hujan super deras, kondisinya jauh lebih terkendali dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah kalau sekarang sangat berkurang sekali dan mudah-mudahan besok setelah pemasangan turab ini ya bisa seratus persen supaya air dari sungai tidak masuk ke wilayah lingkungan warga,” harapnya. Dulunya, banjir bisa sampai setinggi dada, lho!
Target Jumbo: Ratusan Meter Bronjong dan Turab Beton Super Kuat!
Nggak main-main, Pilar juga beberkan detail teknisnya. Ada 200 meter bronjong dan 700 meter turab yang dibangun pakai material beton!
“Turab yang lamanya dibongkar, nah kita bangun turab yang baru pake beton ya. Dulu kan turabnya masih zaman dulu pake batu kali, sekarang pake beton. Supaya lebih kokoh dan juga lebih tinggi,” jelas Pilar, memastikan bangunan ini tahan banting.
Kolaborasi Maut: Pemkot Tangsel, Provinsi, dan BBWS Bersatu Lawan Banjir!
Pilar juga menjelaskan soal “bagi tugas” dengan pihak lain. Karena aliran sungai ini di bawah kewenangan pemerintah pusat, pembangunan bronjong sudah dapat izin dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Nah, untuk turabnya, itu jadi tanggung jawab penuh Pemkot Tangsel!
“Inikan aliran sungainya punya pemerintah pusat ya, BBWS memberikan izin untuk bronjong dinding penahan tanahnya bukan turab beton. Jadi kita pasang bronjong, baru dibelakangnya kita pasang turab untuk nahan airnya,” papar Pilar.
Tahun ini, Pemkot Tangsel siap gas pol dengan target 30 titik pembangunan turab di berbagai wilayah. Di Serpong Utara sendiri, dua titik paling parah yang jadi prioritas utama adalah Pondok Jagung Timur dan Paku Jaya.
Nggak cuma itu, pihak provinsi dan BBWS juga ikut turun tangan lho, dengan melakukan normalisasi sungai buat ngatasi pendangkalan. Kolaborasi ciamik ini jadi kunci sukses penanganan banjir di Tangsel!
Siaga Cuaca Ekstrem: Infrastruktur Tangguh Harga Mati!
Mengingat prediksi BMKG soal anomali cuaca ekstrem, Pilar juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap rencana tata ruang dan langkah adaptif.
“Karena kita melihat kondisi di Tangsel ini atau di Indonesia ini semakin ke sini cuaca ekstrem, ya kita harus menangani dengan beberapa langkah yang lebih tidak biasa lagi gitu,” pungkasnya. (Alif/Red)















