Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan (Dinsos Tangsel) mengungkapkan adanya pemblokiran rekening penerima bantuan sosial (Bansos) yang terindikasi untuk judi online maupun game online, Rabu (17/9/2025).
“Peruntukkan bansos kan buat kehidupan ya, tapi ternyata rekening dari satu keluarganya ada yang untuk judi online ataupun game. Makannya terkena blokir,” ujar Kepala Dinsos Tangsel, Mohammad Erwin Ardani.
Ia menjelaskan bahwa pemblokiran dilakukan per kepala keluarga (KK).
“Jadi bisa saja penerimanya ibunya, tapi rekening di dalam KK-nya ada anaknya. Nggak taunya anak yang main, itu kena blokir. Pokoknya per KK,” ujarnya.
Mekanisme pemblokiran pengajuannya melalui program PKH ke Kementerian Sosial (Kemensos) melalui program PKH.
“Pengajuannya melalui PKH. Itukan programnya Kemensos, jadi memang sudah banyak yang mengadukan ke sekretariat PKH. Cuman memang itu programnya Kemensos baru, bekerja sama dengan PPATK untuk yaitu terkait apakah di pergunakan sebagaimana mestinya atau tidak,” ujarnya.
Jumlah penerima bansos di Tangsel sendiri mencapai ribuan orang.
“Kalau saya nggak salah sekitar empat belas ribu sekian penerima bansos di Tangsel, itu dua program, PKH sama sembako. Empat belas ribu sekian,” ujarnya.
Namun, sebagian rekening terindikasi terjadi penyalahgunaan. Bahkan, ada kasus di mana ada orang lain yang memakai identitas penerima Bansos.
“Jadi banyak juga yang bilang saya nggak main ini, nggak taunya ada orang lain meminjam KTP-nya,” ujarnya.
Jumlah penerima yang terblokir pun tercatat ratusan. “Di Tangsel ada sekitar 250 orang,” ujarnya.

















