News » TANGERANG RAYA » TANGERANG RAYA

Banjir di Kabupaten Tangerang Kepung 24 Kecamatan, Bupati dan Kapolresta Tangerang Terobos Genangan Air

Tangerang, HALOBANTEN.COM — Bencana banjir meluas hampir ke seluruh wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Hingga Rabu (14/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat genangan air telah menjangkau 24 dari total 29 kecamatan, dengan jumlah korban mencapai sekitar 50 ribu jiwa.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik menjelaskan, banjir tidak merata di setiap wilayah. Dalam satu kecamatan, hanya sebagian desa yang mengalami genangan, dengan jumlah desa terdampak bervariasi.

“Saat ini kisaran 20 sampai 24 kecamatan terdampak. Namun, dalam setiap kecamatan tidak seluruh desa terkena banjir, ada yang satu hingga tiga desa,” ujar Taufik.

BACA JUGA

Dari data sementara BPBD, banjir memengaruhi sedikitnya 10 ribu kepala keluarga atau sekitar 45 hingga 50 ribu warga. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan lapangan yang terus berjalan.

“Kurang lebih 50 ribu jiwa terdampak. Data masih kami kumpulkan karena laporan dari beberapa wilayah belum seluruhnya masuk,” kata Taufik.

Ia menyampaikan, genangan air di sejumlah titik mulai berkurang. Namun, permukiman warga yang berada dekat aliran sungai masih mengalami rendaman, terutama akibat limpahan air Sungai Cidurian.

“Banyak titik yang mulai surut, tetapi wilayah bantaran sungai masih tergenang karena limpahan air sungai,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang masih mengalami genangan cukup parah berada di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek. Di lokasi tersebut, banjir berdampak pada 144 kepala keluarga yang menempati 132 rumah.

Ketinggian air bervariasi antara 60 hingga 80 sentimeter, sementara titik terparah mencapai sekitar dua meter. Kondisi tersebut menghambat aktivitas warga dan akses antarwilayah.

Pemerintah Kabupaten Tangerang telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi guna menangani dampak banjir. Sejumlah langkah awal mulai disiapkan, antara lain pembangunan rumah pompa, normalisasi sungai, serta pengaturan pintu air di wilayah rawan banjir.

“Wilayah Kosambi dan beberapa daerah lain memiliki karakteristik yang hampir sama. Rencana ke depan mencakup normalisasi saluran air dan penambahan rumah mesin pompa,” jelas Taufik.

Bupati dan Kapolresta Tangerang Tinjau Lokasi Banjir di Kresek

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid bersama Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Panalakan, RT 14/01, Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Rabu (14/1/2026).

Rombongan menyusuri jalan penghubung Desa Pasir Ampo dan Desa Koper yang tergenang air. Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Kapolresta mengimbau warga agar tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi.

Keduanya juga mengajak masyarakat membersihkan saluran air serta memperkuat gotong royong guna mengurangi risiko banjir susulan.

Bantuan Logistik dan Perahu Karet

Pemerintah daerah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak berupa beras, mi instan, obat-obatan, serta selimut. Untuk mendukung mobilitas warga di wilayah tergenang, Pemkab Tangerang dan Polresta Tangerang menyiapkan perahu karet.

“Kami menyiagakan personel untuk memantau situasi sekaligus membantu warga,” ujar Indra Waspada.

Ia menambahkan, melihat kondisi cuaca, potensi hujan masih ada sehingga seluruh jajaran diminta tetap siaga dan hadir bersama masyarakat.

Pantau Banjir di Jayanti

Selain Kresek, Kapolresta Tangerang juga meninjau banjir yang merendam Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti. Untuk mencapai titik genangan dengan ketinggian cukup tinggi, Kapolresta bersama jajaran menggunakan perahu karet.

“Kami ingin memastikan kondisi warga serta kesiapan personel dalam membantu penanganan banjir,” kata Indra Waspada.

Polresta Tangerang juga menurunkan tim medis dari Dokkes untuk memberikan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kondisi warga hingga pemberian obat-obatan.

Indra Waspada menegaskan, kehadiran kepolisian bertujuan menjaga keamanan lingkungan serta memastikan layanan kesehatan dan bantuan bagi warga terdampak berjalan optimal.

“Personel kami siaga untuk membantu evakuasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia memastikan koordinasi terus berjalan bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait. Personel kepolisian akan tetap siaga hingga kondisi banjir benar-benar surut, sembari mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan.

(Jar Kasih)

BERITA LAINNYA