Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat sejak 1 April 2026. Langkah ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia guna menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah ketidakpastian kondisi global.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan bahwa pemerintah daerah mengikuti kebijakan tersebut dengan tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa sektor pelayanan strategis harus berjalan tanpa hambatan.
Selain itu, Pilar menjelaskan bahwa penerapan WFH berpotensi mengurangi penggunaan BBM, terutama dari mobilitas harian ASN menuju kantor. Pengurangan perjalanan rutin mampu menekan konsumsi bahan bakar, meski perhitungan rinci belum tersedia.
Sementara itu, ia memastikan bahwa layanan yang membutuhkan kehadiran langsung tetap berjalan seperti biasa. Pelayanan administrasi kependudukan dan layanan kesehatan termasuk sektor yang tetap beroperasi penuh di kantor.
Di sisi lain, pekerjaan yang bersifat administratif internal atau back office dapat dilakukan dari rumah. Pilar juga mengingatkan bahwa ASN yang menjalankan WFH tetap berkewajiban menyelesaikan tugasnya dan tidak menggunakan waktu kerja untuk kepentingan di luar pekerjaan, termasuk bepergian ke luar kota.
Lebih lanjut, pengawasan terhadap pelaksanaan WFH akan menjadi tanggung jawab masing-masing perangkat daerah. Pelanggaran terhadap aturan ini akan berujung pada sanksi administratif.
Pemkot Tangsel belum menentukan sampai kapan kebijakan WFH setiap Jumat ini berlaku. Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala.
Sebagai langkah pendukung, Pemkot Tangsel turut mendorong penggunaan transportasi publik guna mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Program seperti penyediaan bus sekolah dapat memberikan dampak positif dalam menekan jumlah kendaraan di jalan sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi efisiensi energi dan mobilitas perkotaan.
(Jar)















