Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Dua kelompok remaja terlibat tawuran di Jembatan yang menghubungkan Kranggan Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Suradita Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (20/4/2026) sore.
Bentrokan ini mengakibatkan satu orang remaja alami luka serius di kedua tangannya akibat terkena sabetan senjata tajam.
Remaja yang diketahui berinisial (H) tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Kranggan, namun tidak lama kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Hermina Serpong guna mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan sejumlah warga, tawuran dua kelompok remaja terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, tepatnya saat ummat Islam sedang menunaikan ibadah salat Magrib.
“Menurut informasinya sih kejadiannya sekitar Magrib. Saat itu warga lagi pada salat, jadi ga tau persis kejadian awalnya,” kata Yudi, salah satu warga Kranggan, kepada halobanten.com.
Namun dalam tawuran tersebut, kata Yudi, salah satu remaja mengalami luka serius di bagian tubuhnya.
Awalnya, warga membawa remaja tersebut ke Puskesmas Kranggan, tapi pihak Puskesmas tidak sanggup menangani karena lukanya cukup parah, kemudian merujuknya ke RS Hermina Serpong.
“Sekarang yang bersangkutan masih dalam penanganan medis di rumah sakit,” tuturnya.
Warga lainnya, Oji mengatakan, remaja yang alami luka akibat tawuran berinisial H. Saat ini, H masih jalani penanganan medis.
Ia menderita luka serius akibat terkena senjata tajam di beberapa bagian tubuh. Pergelangan tangannya sobek cukup lebar dan dalam.
“Kena luka bacok pada tangan kiri kanannya, terus punggung atas-bawah kena luka bacok juga,” ujar pria yang akrab dengan panggilan Bokir ini.
Karena lukanya cukup dalam, H harus menjalani tindakan bedah. “Tadi sudah hasil rontgen katanya harus naik operasi,” ujarnya.
Tawuran Diduga Libatkan Pelajar dari Dua Sekolah
Menurut informasi yang ia dapatkan, dugaan sementara aksi tawuran tersebut melibatkan para pelajar SMK dari dua sekolah berbeda, yakni salah satu SMK di Kecamatan Setu, Tangsel dengan salah satu sekolah di Bogor. Namun informasi tersebut simpang siur dan masih dalam penyelidikan.
“Kalau kronologinya masih simpang siur banget. Tadi katanya sih tawuran di Jembatan Kranggan dari antar sekolah,” kata Oji.
Pihak keluarga sangat menyesalkan terjadinya peristiwa kekerasan ini. “Keluarga sendiri tadi menyayangkan lah terjadinya tawuran,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian dari satuan Reskrim sudah mulai bergerak untuk mendalami kasus ini dengan mendatangi H di rumah sakit.
“Tadi pas di rumah sakit ada dari apa ya, Reskrim, ada empat orang atau enam orang sudah ini juga, ngobrol sama korban,” ujarnya.
(LIF)















