Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Sisa lebih perhitungan anggaran atau SiLPA Tangsel Rp478,59 miliar kembali memicu sorotan setelah dampaknya mulai terasa pada sektor industri media lokal. Selain kritik dari kalangan legislatif terhadap rendahnya serapan anggaran, pelaku usaha media kini mempertanyakan kebijakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang memangkas Standar Satuan Harga (SSH) kerja sama media.
Selanjutnya, SiLPA Tangsel Rp478,59 miliar memunculkan penilaian bahwa kebijakan efisiensi anggaran belum selaras dengan kemampuan fiskal daerah.
Kalangan media menilai langkah tersebut justru bertolak belakang dengan tingginya Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta besarnya anggaran yang masih tersisa pada Tahun Anggaran 2025.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Selatan, Ahmad Eko Nursanto, menilai pemangkasan nilai SSH mencerminkan berkurangnya komitmen pemerintah daerah terhadap keberlangsungan industri media dan profesi jurnalis di Kota Tangerang Selatan.
Menurut Eko, kebijakan efisiensi tidak tepat apabila pemerintah daerah masih memiliki ruang anggaran yang besar. Ia menilai penurunan nilai kerja sama media menunjukkan melemahnya keberpihakan pemerintah kepada perusahaan media dan insan pers.
“Efisiensi yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel terhadap media, dengan menurunkan SSH atau nilai harga satuan media, terbukti keliru. Padahal anggarannya ada. Itu menunjukkan keberpihakan Pemkot terhadap pengusaha media bahkan wartawan mulai menurun,” ujar Eko, Kamis (9/7/2026).
Selain itu, Eko meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengevaluasi secara menyeluruh perencanaan anggaran yang menghasilkan SiLPA ratusan miliar rupiah. Ia berharap kebijakan anggaran pada tahun berikutnya mampu memperkuat ekosistem media lokal yang selama ini menjadi sumber penghidupan banyak jurnalis.
Lebih lanjut, Eko mengingatkan bahwa Kota Tangerang Selatan pernah menjadi salah satu daerah dengan standar kerja sama media yang kompetitif di Provinsi Banten. Menurutnya, kondisi tersebut kini mengalami kemunduran meski daerah memiliki PAD dan APBD yang relatif besar.
“Dahulu nilai SSH di Tangsel salah satu yang terbaik di Banten. Keberpihakan Pemkot terhadap jurnalis sangat baik, tetapi sekarang justru
























