Bus Sekolah Gratis Tangsel Siap Beroperasi, Pemkot Targetkan Tambah Armada karena Minat Pelajar Meningkat

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Bus Sekolah Gratis Tangsel kembali melayani pelajar di Kota Tangerang Selatan mulai hari pertama sekolah pada Senin. Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan seluruh armada siap beroperasi setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan selama masa libur sekolah.

Pemkot juga terus mengembangkan layanan Bus Sekolah Gratis Tangsel. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menambah armada karena jumlah penumpang meningkat setiap tahun.

Seluruh Armada Siap Beroperasi

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengapresiasi Dinas Perhubungan (Dishub) yang telah menyiapkan seluruh armada selama masa libur sekolah.

BACA JUGA

“Ya, pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan yang sudah… mempersiapkan bus sekolah operasionalnya di hari Senin besok. Karena kemarin di waktu libur dimanfaatkan untuk perbaikan menyeluruh, servis, pemeriksaan, penggantian ban, dan lain sebagainya,” ujar Pilar, Jumat (10/7/2026).

Menurut Pilar, seluruh armada telah lolos uji KIR sehingga siap kembali melayani pelajar.

“Dan semuanya sudah diuji, di KIR, dan insyaallah siap untuk beroperasi,” ujarnya.

Pemkot kini memaksimalkan armada yang tersedia. Setelah itu, pemerintah akan mengupayakan penambahan bus sekolah gratis agar semakin banyak pelajar yang terlayani.

“Yang pertama kita optimalkan yang ada, yang kedua mudah-mudahan kita bisa terus tambah, baik tahun ini ataupun tahun depan. Animonya sangat luar biasa. Ada 98.500 penumpang dalam satu tahun,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Ayep, menyebut layanan bus sekolah gratis melayani 98.500 penumpang sepanjang 2025.

“98.500 penumpang tahun 2025,” ujarnya.

Pemkot Ajukan Tambahan Armada ke Kemenhub

Pilar menegaskan bus sekolah gratis hanya melayani pelajar sehingga masyarakat umum belum dapat menggunakan layanan tersebut.

“Kalau untuk masyarakat umum tidak bisa, karena ini khusus untuk anak-anak,” ujarnya.

Namun, Pemkot memberikan pengecualian bagi orang tua yang mendampingi anak berkebutuhan khusus selama perjalanan menuju sekolah.

“Untuk anak berkebutuhan khusus, orang tua diperbolehkan masuk menemani anaknya,” ujarnya.

Pilar mengakui pengoperasian bus bagi anak berkebutuhan khusus memiliki tantangan tersendiri. Beberapa penumpang pernah merusak fasilitas bus maupun mengganggu kendaraan.

“Ada yang kacanya dipecahin, ada yang melepas rem saat bus diparkir,” ujarnya.

Karena itu, Dishub terus melakukan evaluasi. Pengemudi dan kondektur tetap bertugas di armada yang sama agar memahami karakter setiap penumpang.

“Driver dan kondekturnya memang tetap supaya mereka tahu polanya dan lebih berpengalaman,” ujarnya.

Selain meningkatkan pelayanan, Pemkot juga mengajukan tambahan armada melalui program hibah dari Kementerian Perhubungan.

“Kami memohonkan hibah juga. Mudah-mudahan dimanfaatkan untuk anak-anak kita,” ujarnya.

Komunikasi dengan Kementerian Perhubungan masih terus berlangsung. Pemkot juga telah memaparkan kebutuhan tambahan armada secara rinci.

“Kami sudah memaparkan kebutuhannya secara detail. Dari Dishub tanggapannya positif, tinggal menunggu realisasinya,” ujar Pilar.

(LIF)

BERITA LAINNYA