Tangerang, HALOBANTEN.COM – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tewas mengenaskan sesudah tubuhnya terlindas kereta api di perlintasan rel bawah Flyover Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Pihak kepolisian tengah mendalami dugaan bahwa korban sengaja mencari maut karena masalah depresi.
Korban ASN, yang identitasnya terungkap berinisial ASA, tewas di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Raya Lapan Cisauk, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Pria kelahiran Bondowoso, 18 November 1984, itu bekerja pada instansi kehutanan dan bertempat tinggal di Kelurahan Cisauk. Insiden mengenaskan ini terjadi Sabtu (6/12/2025), sekitar pukul 10.00 WIB.
Detik-Detik Tragis Sebelum ASN Tertabrak Kereta
Saksi mata di lokasi kejadian menuturkan bahwa sebelum insiden maut terjadi, korban sempat memperlihatkan gelagat mencurigakan. Imam Setiaji dan Darwis, dua warga yang menyaksikan peristiwa itu, menerangkan korban terlihat mondar-mandir dan duduk-duduk di area perlintasan rel.
Saat sebuah kereta penumpang melaju kencang dari arah Rangkasbitung menuju Tanah Abang, para saksi berteriak keras memperingatkan korban. Namun, peringatan bahaya itu tak digubris. Korban tidak beranjak dari jalur kereta hingga akhirnya tubuhnya terhantam keras oleh laju lokomotif.
Petugas keamanan KAI Stasiun Cisauk, Agus, membenarkan adanya laporan dari warga mengenai insiden itu. Ia bersama rekan kerja segera bergegas menuju lokasi dan memastikan telah terjadi kecelakaan fatal sebelum menghubungi aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Cisauk.
Dugaan Depresi
Menerima laporan darurat, Kepala Polsek Cisauk AKP Dhady Arasya, segera tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tim segera menjalankan olah TKP, mengecek kondisi fisik korban, mencatat keterangan para saksi kunci, mengamankan barang bukti, serta menyiapkan surat pengantar untuk pemeriksaan visum.
“Bersama Anggota Identifikasi Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan dan Piket Fungsi Polsek Cisauk, kami telah melaksanakan kegiatan pengecekan TKP karena ada orang meninggal dunia tertabrak kereta di bawah Flyover Stasiun Cisauk,” terang AKP Dhady Arasya.
Petugas langsung membawa jenazah korban ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses visum dan pemeriksaan medis lebih lanjut. Hasil pengecekan awal menunjukkan korban menderita luka parah pada bagian punggung.
Berdasarkan keterangan dan temuan awal, penyidik menduga korban sengaja menabrakkan diri. Kecurigaan menguat bahwa korban mengalami depresi sehingga memilih mengakhiri hidup dengan cara tragis itu.
Polsek Cisauk telah menyusun laporan resmi insiden itu dan meneruskan informasi kepada Kapolres Tangerang Selatan. Penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap motif pasti di balik kematian ASN itu.
(Alif/Jek/Red)

























