TANGERANG, HALOBANTEN.COM – Warga Kabupaten Tangerang patut berbangga! Desa Sodong di Kecamatan Tigaraksa berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan masuk ke dalam tiga besar lomba desa tingkat Provinsi Banten tahun 2025.
Jika lolos verifikasi lapangan, Desa Sodong akan mewakili Provinsi Banten di lomba desa tingkat regional 1 dengan mengusung tema “Desa Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Menuju Indonesia Emas.”
Kunjungan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, ke Desa Sodong menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, secara langsung menyoroti keunikan Desa Sodong yang bukan hanya unggul dalam ketahanan pangan, tetapi juga dalam keberagaman keyakinan.
“Di Sodong ini berbagai komunitas keyakinan ada, mulai dari Hindu (dengan Pura-nya), Konghucu, Kristen. Semua masyarakatnya, meski berbeda keyakinan, hari ini ikut ambil bagian membangun Sodong,” ujar Maesyal, Senin, 23 Juni 2025. Pernyataan ini menunjukkan betapa kuatnya semangat gotong royong dan toleransi di Desa Sodong.
Sukses Wujudkan Ketahanan Pangan
Lebih lanjut, Desa Sodong juga telah berhasil mewujudkan ketahanan pangan melalui agrowisata yang kini menjadi percontohan kemandirian dan kedaulatan pangan di wilayah tersebut. Menurut Bupati Maesyal, keberhasilan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Bupati berharap semua aset Desa Sodong dapat terbingkai dalam tiga komponen utama: tata kelola administrasi, pemanfaatan sumber daya alam, dan pemberdayaan masyarakat.
“Oleh karenanya, jajaran pemda juga mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah datang. Semoga bisa mendapatkan hasil terbaik dalam lomba desa ini,” tutup Maesyal.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Desa Provinsi Banten, Suherman, menjelaskan bahwa dari 246 desa yang ada di Kabupaten Tangerang, Desa Sodong berhasil menembus tiga besar. Tahap selanjutnya adalah verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian antara administrasi dengan paparan saat sosialisasi.
“Dan hari ini terakhir siapa yang akan mewakili di tingkat Regional 1. Tim juga melihat memang ada keberagaman di Desa Sodong ini. Ini juga berkat Kepala Desa yang sudah berinovasi,” tandas Suherman, memuji peran krusial Kepala Desa dalam mendorong inovasi di Sodong. (*/bbs)















