Berdasarkan hasil panen perdana cabe merah saat ini kurang lebih menghasilkan sebanyak 3,5 ton untuk per hektarnya dan ini masih harus kita tingkatkan.
Pihaknya menargetkan di maksimalkan sebanyak 5 sampai 6 ton per hektare yang menugaskan Kepala DKPP Kabupaten Serang dan penyuluh untuk membawa tim ahli di bidang pertanian.
”Tim ahli untuk pertanian karena ini ada persoalan hama kemudian juga untuk meningkatkan jumlah produktivitas per hektarnya, tonasenya ini mencapai maksimal,” ucapnya.
Tatu Chasanah menyebutkan untuk panen perdana ini masyarakat para petani jika di hitung dengan total biaya yang dikeluarkan ini tidak rugi, akan tetapi profit mereka atau keuntungannya masih kecil dengan harga kondisi sekarang yang dipasarkan harga biasa bukan harga tinggi dan juga tidak harga rendah.
”Untuk biaya kurang lebih Rp60 sampai Rp62 juta berikut sewa tanah per hektarnya, ini akan di dorong oleh pemda para petani di sini,” ujar Tatu Chasanah
“Dengan hasil seperti ini, kita akan tingkatkan supaya ada lahan-lahan yang lain di buka untuk budi daya cabe,” ungkapnya.















