Terkait sudahkah memenuhi kebutuhan lokal untuk produksi cabe merah, Tatu memastikan belum.
“Kalau di lihat masih belum, karena ini baru masuk ke Pasar Rau Serang saja ini sudah tertampung semuanya, kalau kita produksi besar kan bisa masuk ke Pasar Jakarta,” kata Tatu Chasanah.
“Alhamdulillah perdana ini hasilnya tidak rugi berarti ketemu dengan varietas ababil namanya. Tadi kita lihat panen cukup besar cabe nya,” tuturnya.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan untuk panen perdana dari lahan tidur yang dimanfaatkan untuk bertanam cabe merah lantaran, melihat kebutuhan cabe merah selama ini masih tergantung dari daerah lain baik dari Jawa Tengah (Jateng) bahkan luar pulau jawa masuk ke Pasar Rau Serang.
“Nah ini kita baru memproses sedikit, untuk desa ini kita baru perhektare sekitar 3,5 ton, nanti kalau sudah di maksimalkan perhektare itu kurang lebih 12 ribu batang kalau perbatangnya ada setengah kilo kita beri 12 ton per hektare,” ujarnya.
Suhardjo memastikan akan terus mengembangkan produksi cabe merah dengan mempelajari kekurangannya apa saja.
Karenanya untuk panen perdana ini masih ada hama-hama jamur pada setiap batangnya, maka pihaknya akan mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar hasil produksinya meningkat lagi.















