Bupati mengaku banyak tantangan dan hambatan yang dialami dalam pelaksanaan program Sanisek. Dan dibutuhkan sekitar 3 sampai 5 tahun untuk dapat melihat hasil yang dapat dirasakan langsung, bukan hanya untuk para guru, peserta didik, orang tua tapi seluruh lingkungan sekolah.
“Dukungan kebijakan dari pemerintah dan seluruh stakeholder terkait sangat diperlukan untuk keberhasilan Program Sanisek ini,” tuturnya.
Salah seorang peserta Dr. Bella Monse, selaku Regional Project Manager Supporting Hygiene Behavior Change for Pandemic Preparedness and Response in Schools GIZ Jerman mengungkapkan kekagumannya atas usaha dan kepemimpinan Bupati Zaki dalam pengelolaan sanitasi sekolah di Kabupaten Tangerang yang bisa dijadikan role model untuk wilayah lainnya.
“Great leadership will help that other districts will learn from. And the cukture of cleanliness is tobe seen in the picture from school,” tulis Bela dalam kolom komentar.
Sementara itu, Mohammad Zainal, perwakilan dari Unicef Indonesia memuji keberhasilan Kabupaten Tangerang dalam pengelolaan sanitasi sekolah, mulai dari sisi dukungan kebijakan, anggaran sampai dengan pembangunan sanitasi sekolah. Dia melanjutkan dipilihnya Kabupaten Tangerang sebagai narasumber karena program Sanisek di Kabupaten Tangerang juga menjadi rujukan atau role model pengelolaan sanitasi sekolah secara nasional.















