Tangerang, HALOBANTEN.COM — Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Tangerang memberikan penilaian “rapor merah” terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah.
Penilaian tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Bupati Tangerang, Tigaraksa, pada Senin (23/2/2026). Aksi itu sempat berlangsung ricuh.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menilai sejumlah program pemerintahan Maesyal–Intan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat secara luas.
Menanggapi hal itu, Maesyal tidak menunjukkan keberatan. Ia justru menyampaikan apresiasi atas kritik yang diberikan.
“Saya terima kasih ya, kalau sudah diberikan rapor merah,” ujarnya.
Maesyal mengaku heran dengan penilaian tersebut. Menurutnya, selama menjabat sebagai kepala daerah, ia telah bekerja tanpa mengenal hari libur.
“Mereka (mahasiswa) menilainya dari sisi apa?, mereka menilainya mungkin saya tidak berbuat apa-apa selama ini,” kata Maesyal.
“Padahal saya semenjak menjalani pelantikan sampai sekarang, Sabtu- Minggu pun tidak pernah libur,” jelasnya.
Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang itu kemudian memaparkan sejumlah program prioritas di bidang pendidikan yang telah berjalan dalam satu tahun kepemimpinannya.
“Seperti program sekolah gratis di SD dan SMP swasta, yang sudah mulai kita gratiskan secara bertahap,” katanya.
“Yang kedua program beasiswa masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Tangerang. mulai tahun 2025 ini, ada 235 yang kita bebaskan biayanya kuliah gratis hingga ke luar negeri,” tambahnya.
“Tambah lagi kita juga alokasikan 400 guru-guru PAUD kita juga tambah kompetensi nya agar kuliah juga pada 2025,” jelasnya.
Maesyal menyatakan, program-program tersebut untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
“Jadi program itu untuk anak-anak yang orangtuanya terbatas ekonominya. Dia (orangtua murid) sampai nangis dengan saya,” ucap Maesyal.
Ia memastikan program pendidikan itu akan terus berlanjut dan kuotanya tersebut bertambah pada tahun berikutnya.
“Nanti 2026 kita tambah lagi. Ini sebagai awal kami supaya anak-anak ini bisa sekolah, jangan sampai anak-anak Kabupaten Tangerang ini tidak sekolah, jangan sampai putus sekolah,” pungkasnya.
(Alif)















