Kabupaten Tangerang, HALOBANTEN.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan pemeriksaan teknis operasional kendaraan bermotor (ramp check) terhadap sejumlah bus yang akan digunakan dalam program mudik Lebaran gratis 2025.
Kegiatan ini berlangsung di UPTD Pengelola Prasarana Teknik Perhubungan (PPTP) Dishub, Kecamatan Sukamulya, Rabu (19/03/2025).
Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan operasional bus demi kenyamanan dan keselamatan peserta mudik lebaran gratis tahun 2025.
“Kami ingin memastikan armada bus yang akan digunakan dalam program mudik gratis Pemkab Tangerang benar-benar siap,” ujarnya.
Taufik menyebutkan, terdapat 46 bus yang disiapkan untuk mendukung program mudik gratis.
Saat ini, pemeriksaan ramp check dilakukan terhadap armada dari PO Adhi Prima.
“Kami berharap layanan mudik gratis tahun 2025 ini aman, layak, dan memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.
“Pemeriksaan ini mencakup sistem pengereman, lampu, ban, dan komponen penting lainnya.
Kepala Bidang Keselamatan Dishub Kabupaten Tangerang, Surachman, menambahkan, dari 46 bus yang disiapkan, 21 di antaranya berasal dari tiga perusahaan otobus (PO) yang berdomisili di Kabupaten Tangerang, yaitu PO Adhi Prima (9 bus), PO Bulan Jaya (6 bus), dan PO Sumber Jaya (6 bus).
“Total ada lima PO bus yang akan melayani mudik gratis tahun 2025. Dua PO lainnya berada di Kabupaten Bogor dengan total 25 bus,” kata Surachman.
“Pemeriksaan terhadap 25 bus ini akan dilakukan oleh Dishub setempat, dan hasilnya akan kami terima,” jelasnya.
Surachman mengatakan, pemeriksaan ramp check akan berlangsung selama tiga hari.
Selain PO Adhi Prima, bus dari PO Bulan Jaya dan PO Sumber Jaya juga akan diperiksa.
Pemeriksaan mencakup administrasi kendaraan (STNK, kartu pengawasan, dan KIR), administrasi pengemudi (SIM), serta kondisi fisik kendaraan.
“Kondisi fisik kendaraan yang diperiksa meliputi sistem pengereman, kondisi ban, wiper, lampu, klakson (termasuk larangan penggunaan klakson telolet), alat uji rem, sabuk pengaman, alat pemadam api ringan (APAR), pemecah kaca, dan lain-lain,” paparnya.
“Jika ditemukan ketidaksesuaian, kami akan memberikan surat peringatan untuk perbaikan atau penggantian armada. Bus pengganti akan diperiksa ulang,” tegasnya.
Surachman berharap, pemeriksaan ini dapat memastikan kelayakan kendaraan dan administrasi, sehingga dapat menjamin keselamatan penumpang dan mengurangi risiko kecelakaan.
“Kami ingin memastikan bus yang digunakan layak dan aman, serta memberikan kenyamanan bagi pemudik selama perjalanan. Mudik aman, transportasi nyaman,” pungkasnya.
(Jek/Red)
























