HALOBANTEN, – Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan strategi pembangunan pemerintahannya yang akan membagi fokus pada tiga kawasan utama di provinsi tersebut.
Dalam keterangannya pada Selasa (29/4/2024), ia menekankan bahwa pendekatan pembangunan akan disesuaikan dengan permasalahan mendesak di masing-masing wilayah.
Andra Soni menjelaskan bahwa wilayah satu meliputi Lebak dan Pandeglang, wilayah dua adalah kantornya di Tangerang, dan wilayah tiga mencakup Tangerang Raya. Ia menyoroti perbedaan tantangan yang dihadapi setiap kawasan.
“Wilayah satu, yaitu Lebak dan Pandeglang, memiliki isu utama terkait ketimpangan pembangunan infrastruktur antara wilayah selatan dan utara,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan mendorong program pembangunan jalan desa, yang ia sebut “Bangun Jalan Desa Sejahtera,” untuk mengatasi disparitas ini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Tangerang Raya menghadapi permasalahan krusial berupa banjir. Andra Soni mengakui kompleksitas isu banjir di wilayah ini, yang diperparah oleh alih fungsi lahan dan penyempitan sungai.
“Di Tangerang Raya, fokus utama kita adalah mencari solusi komprehensif untuk mengatasi banjir, meskipun ini bukan tugas yang mudah,” katanya. Ia mencontohkan beberapa area yang sering terdampak banjir, seperti Maharta, Fortun, Duren Village, dan Ciledug Indah.
Untuk mengatasi masalah banjir, Andra Soni menekankan perlunya pendekatan yang menyeluruh dan terkoordinasi. Ia juga mengumumkan rencana pembentukan tim khusus pengendalian banjir yang bertugas memberikan masukan dan rekomendasi kebijakan kepada gubernur. Tim ini diharapkan dapat mengidentifikasi akar permasalahan dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengurangi risiko dan dampak banjir di Provinsi Banten, khususnya di Tangerang Raya. (*)















