Tangerang, HALOBANTEN.COM – Dua jembatan yang menghubungkan Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, yakni Jembatan Keranggan-Cisauk dan Jembatan Cilenggang-Cisauk, menjadi perhatian serius warga karena tingkat kejahatan yang meningkat.
Warga khawatir karena di dua lokasi tersebut kerap terjadi begal dan tawuran antar pemuda.
Minimnya penerangan di sekitar jembatan di malam hari menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kejahatan.
Dalam suasana gelap, pelaku kejahatan leluasa melakukan aksinya.
Selain itu, jarangnya patroli dari kepolisian memperburuk keadaan, sehingga membuat masyarakat merasa tidak aman saat melintas.
Seorang warga Cisauk, Azril, mengungkapkan kekhawatirannya.
Dia mengaku takut saat melintasi dua jembatan tersebut.
“Kadang nge lewat sini malam-malam, soalnya pernah denger ada yang kena begal,” tutur Azril.
Ia menambahkan bahwa banyak teman-temannya yang juga merasa was-was saat melewati area tersebut.
Kawasan ini tidak hanya rawan begal, tetapi juga sering menjadi lokasi tawuran antar kelompok pemuda.
Perkelahian yang tiba-tiba membuat pengguna jalan merasa terancam.
Warga menginginkan tindakan pencegahan yang lebih efektif, seperti penambahan penerangan dan peningkatan intensitas patroli keamanan.
Mereka mendesak pihak berwenang untuk segera memperbaiki infrastruktur dan memberikan solusi agar angka kriminalitas dapat ditekan, sehingga masyarakat bisa merasa lebih aman saat melintasi jembatan tersebut, terutama di malam hari. (Alif/Jarkasih)















