Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, kembali menjadi sorotan.
Fasilitas publik yang seharusnya menjadi solusi bagi pejalan kaki ini justru menimbulkan keresahan.
Kondisi JPO yang memprihatinkan dengan besi berkarat dan lubang menganga membuat warga khawatir akan keselamatan.
Sausan Nada, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mengungkapkan kekhawatirannya.
“Banyak teman yang takut menggunakan JPO karena kondisinya sudah tidak layak. Lubang-lubang di tengah jembatan membuat kami khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Selain masalah keamanan, lokasi JPO yang jauh dari gerbang utama UIN juga menjadi keluhan.
“Sebenarnya keberadaan JPO sangat membantu, tapi lokasinya kurang strategis. Akibatnya, banyak mahasiswa yang masih menyeberang jalan sembarangan,” tambah Sausan.
Kondisi ini diperparah dengan penyegelan JPO oleh pihak berwenang.
Akibatnya, para pengguna, terutama mahasiswa UIN, harus memutar jauh untuk menyeberang.
“Jarak tempuh menjadi lebih jauh dan kami harus buru-buru karena khawatir terlambat kuliah,” keluh Sausan.
Terkait status kepemilikan dan izin pembangunan JPO, Dinas Perhubungan (Dishub) Tangerang Selatan masih melakukan investigasi.
“Berdasarkan informasi awal, pembangunan JPO ini sempat direncanakan untuk ditempatkan di dekat UIN, namun pihak kampus menolak,” ungkap salah seorang petugas Dishub.
Dishub juga menegaskan bahwa JPO tersebut merupakan milik pihak swasta sehingga perbaikan dan perawatan menjadi tanggung jawab mereka.
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas terkait permasalahan ini.
Perbaikan JPO dan penentuan lokasi yang lebih strategis menjadi tuntutan utama agar fasilitas publik ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya dan menjamin keselamatan pengguna.
Reporter : Alif Azhar
Editor : Jarkasih















