Larangan Pungli Damkar Tangsel Diperketat, Petugas Minta Uang Terancam Putus Kontrak

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Larangan pungli Damkar Tangsel semakin diperketat. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri, menegaskan seluruh layanan penyelamatan wajib bebas pungutan. Setiap petugas harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat tanpa meminta imbalan dalam bentuk apa pun.

Selain itu, larangan pungli Damkar Tangsel berlaku untuk seluruh personel tanpa pengecualian. Ahmad Dohiri meminta setiap anggota menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat saat menjalankan tugas kemanusiaan. 

Menurutnya, pelayanan yang bersih menjadi kunci menjaga citra institusi.

BACA JUGA

Ahmad Dohiri menegaskan petugas tidak boleh meminta uang kepada warga. Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan nilai pelayanan publik dan dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap Damkar Tangsel.

Karena itu, Ahmad mengancam sanksi tegas bagi siapa pun yang melanggar aturan. Ia bahkan siap menghentikan kontrak kerja petugas yang terbukti meminta uang kepada masyarakat saat proses penyelamatan berlangsung.

“Kalau ada satu petugas saya yang minta (uang) dari proses penyelamatan, laporin ke saya. Jujur aja, kalau itu terjadi dan itu fakta, besok enggak diperpanjang P3K-nya,” tegas Ahmad.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan praktik pungutan liar. Menurutnya, laporan yang benar akan menjadi dasar pemberian sanksi kepada petugas yang melanggar aturan.

Pemberian Sukarela Berbeda dengan Meminta Imbalan

Namun, Ahmad menjelaskan ada perbedaan antara meminta imbalan dan menerima pemberian sukarela dari masyarakat. 

Menurutnya, warga terkadang memberikan makanan atau uang makan setelah petugas menyelesaikan tugas penyelamatan sebagai bentuk apresiasi.

Ia menilai pemberian sukarela tersebut masih dalam batas yang wajar. Akan tetapi, petugas tetap tidak boleh meminta imbalan sebelum maupun selama proses penyelamatan berlangsung. Sikap itu harus menjadi komitmen seluruh personel.

“Kalau dia bekerja, naik ke mana-mana, terus ‘Dek ini buat makan’, nah itu terima, itu rezeki. Beda kan kalau belum apa-apa udah minta, nah itu bedanya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Ahmad kembali mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Ia berharap setiap petugas memberikan pelayanan secara cepat, profesional, dan humanis tanpa membebani warga dengan pungutan apa pun.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi Damkar Tangsel. Karena itu, seluruh personel harus menjaga etika saat bertugas serta menghindari tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi. 

Dengan komitmen tersebut, pelayanan penyelamatan di Kota Tangerang Selatan diharapkan tetap berkualitas, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar.

(LIF)

 

BERITA LAINNYA