News » TANGERANG RAYA » Pemkot Tangsel Bahas Tujuh Titik Pembangunan, Fokus Sekolah hingga Fasilitas Olahraga

Pemkot Tangsel Bahas Tujuh Titik Pembangunan, Fokus Sekolah hingga Fasilitas Olahraga

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membahas pembangunan tujuh titik gedung dan fasilitas milik pemerintah yang saat ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya mengumpulkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah untuk mencari solusi atas kendala tersebut.

“Tadi saya memanggil Dinas Cipta Karya, lalu beberapa dinas lainnya seperti Dindik, Dishub, Satpol PP, Dispora, Dinas Kesehatan, bersama dengan para camat dan lurah,” ujar Pilar.

BACA JUGA

Bahas tujuh titik pembangunan

Menurut Pilar, rapat tersebut membahas tujuh titik pembangunan yang berada di sejumlah wilayah Tangsel. Pemerintah perlu mengintegrasikan berbagai persoalan lingkungan agar pembangunan dapat berjalan tanpa kendala.

“Alhamdulillah sih, semua sudah ada solusi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

Pilar menjelaskan, sejumlah pembangunan tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Salah satunya pembangunan Kantor Kecamatan Serpong dan Kelurahan Rawa Buntu.

Pemkot Tangsel juga membahas pembangunan SMP Negeri 25 serta sekolah dasar di wilayah Ciputat. Selain sektor pendidikan, pemerintah juga membahas fasilitas olahraga untuk mendukung kebutuhan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Pelayanan. Yang ada satu itu Kantor Kecamatan Serpong, sama Kelurahan Rawa Buntu. Lalu juga ada sekolah SMP 25, ya. Lalu ada Sekolah Dasar di Ciputat,” ujar Pilar.

Untuk fasilitas olahraga, Pemkot Tangsel membahas perbaikan lapangan softball di Alam Sutera, fasilitas voli pantai di Witana Harja, serta area sepatu roda. Pilar menyebut tiga fasilitas tersebut masuk dalam pembahasan Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Pemkot Tangsel juga membahas pembangunan fasilitas kesehatan, termasuk salah satu puskesmas di wilayah Ciputat.

Pilar mengatakan, pembangunan fasilitas pendidikan dan pelayanan masyarakat masuk dalam target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Untuk peningkatan jumlah yang pertama untuk sekolah, penambahan rombel, rombongan belajar. Terutama SMP ini kan sangat dibutuhkan,” katanya.

Pilar menyebut warga mendukung pembangunan tersebut. Namun, pemerintah masih perlu menyinergikan sejumlah kebutuhan teknis, terutama akses menuju lokasi pembangunan.

“Warga sudah tidak ada masalah, mereka sangat mendukung. Tinggal ada beberapa teknis yang mungkin harus disinergikan seperti aksesnya, jalannya,” ujar Pilar.

Warga juga meminta pemerintah membangun jembatan pada salah satu akses. Pilar mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Dinas Bina Marga agar masuk agenda pembangunan ke depan.

Pilar menilai koordinasi antar-OPD, camat, lurah, dan lingkungan menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan lancar.

“Makanya rapat koordinasi ini penting kan, untuk sama satu sama lain saling mendukung,” ujarnya.

(LIF)

BERITA LAINNYA