News » OLAHRAGA » Kejuaraan Pencak Silat Tapcha 6 Tingkat Nasional di Ciputat Tangsel Tuai Kritik

Kejuaraan Pencak Silat Tapcha 6 Tingkat Nasional di Ciputat Tangsel Tuai Kritik

Gedung Sempit dan Minim Area Parkir

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Gelaran Kejuaraan Tangerang Selatan Pencak Silat Champion (TAPCHA) ke-6 Tingkat Nasional yang berlangsung di Gedung Olagraga (GOR) Ciputat Tangerang Selatan (Tangsel) Banten, pada 13-15 Desember 2024, menuai keluhan dan kritik.

Selain tempat yang sempit, event bergengsi yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) yang merupakan salah satu Cabang Olahraga (Cabor) dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel itu juga menimbulkan kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut.

Kritikan dan keluhan itu tak hanya datang dari para pengguna jalan raya dan masyarakat sekitar. Hal yang sama juga dilontarkan para pelatih dan peserta Tapcha.

BACA JUGA

Pantauan wartawan di lokasi di bagian dalam GOR Ciputat, tampak ribuan peserta serta pelatih dan orang tua peserta berdesakan di lantai dasar dan tribun GOR Ciputat.

Para peserta dan pelatih yang tidak kebagian tempat di lantai dasar terpaksa harus berkerumun atau menyatu dengan orang tua peserta yang turut hadir dalam event Tapcha.

Sementara di bagian luar gedung yang biasa digunakan untuk area parkir kendaraan, tampak berjejer para pedagang menempati stand yang diduga sengaja disediakan oleh penyelenggara.

Kesiapan tempat acara yang kurang memadai serta tidak adanya tempat parkir membuat para peserta, pelatih dan orang tua peserta terpaksa memarkirkan kendaraannya baik roda empat maupun roda dua di area parkir masjid yang berada di seberang GOR Ciputat.

Namun area parkir di sana juga tidak mampu menampung seluruh kendaraan milik pelatih dan orang tua peserta (overload), sehingga mereka terpaksa harus mencari tempat lain untuk memarkirkan kendaraannya.

Ada yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan, ada juga yang terpaksa memarkirkan kendaraannya jauh dari lokasi acara.

Jemaah Masjid Kesulitan Parkirkan Kendaraan

Masyarakat pengguna jalan raya yang hendak menunaikan ibadah di masjid seberang GOR Ciputat itu kesal lantaran susah memarkirkan kendaraannya karena area parkir masjid sudah penuh oleh kendaraan peserta, pelatih dan penyelenggaran acara.

“Penyelenggara Tapcha ini gak professional. Masa event setingkat nasional seperti ini dilaksanakan di tempat yang kecil dan sempit, untuk parkir kendaraan saja ga tau dimana, malah pakai area parkir masjid. Warga yang hendak beribadah di masjid in ikan jadi terganggu karena ga bisa memarkirkan kendaraannya di area masjid,” celoteh Surya (40) pengendara roda empat yang hendak menunaikan Shalat Dzuhur di Masjid Agung Al Jihad Ciputat, Sabtu (14/12/2024).

Event Tingkat Nasional Setara Lokal

Hal senada juga diungkapkan Nur (37), salah satu pelatih pencak silat. Menurut dia, event setingkat nasional seperti kejuaraan pencak Silat Tapcha ke-6 ini harusnya digelar di tempat yang besar seperti GIS, Puspiptek/BRIN atau tempat lainnya.

Selain itu, lokasinya juga harus jauh dari keramaian aktifitas lain, bukan di GOR Ciputat yang berdampingan dengan pasar.

“Ini event tingkat nasional tapi setara tingkat lokal, harusnya ditempatkan di tempat yang lebih besar kayak di GIS, Puspiptek atau yang lain yang lebih memadai,” kata Nur mengkritik tempat pelaksanaan Tapcha yang dinilainya tidak memadai.

Dia menegaskan bahwa kapasitas GOR Ciputat terlalu kecil dan tidak memadai untuk pelaksanaan kejuaraan pencak silat tingkat nasional.

“Gedungnya terlalu kecil dan tempatnya berdekatan dengan pasar,” jelasnya.

Akibat tempat yang tidak memadai itu, banyak atlet dan pelatih harus berdesakan, sehingga sulit mendapatkan ruang untuk beristirahat.

Kondisi semakin diperparah dengan hujan deras yang mengguyur kawasan sekitar GOR Ciputat. Minimnya fasilitas berteduh membuat para peserta, pelatih, dan keluarga yang hadir kewalahan.

“Situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi semua pihak yang terlibat dalam kejuaraan,” tukas Nur.

Terkait tempat acara, Ketua IPSI Kota Tangsel Delima Bungsu Andy juga mengakui tempat acara Tapcha ke-6 tersebut tidak memadai.

Dia berharap Pemkot Tangsel bisa menyiapkan lebih maksimal lagi mengenai fasilitas tempat pada tahun-tahun berikutnya. Apalagi untuk skala tingkat nasional seperti saat ini.

“Saya mengakui fasilitas kita masih minim,” kata Delima.

Kedepan, kata Delima, Kejuaraan Tapcha harus jauh lebih baik lagi, dari mulai fasilitas, kepesertaan, pelaksaaannya, penilaiannya, dan hal-hal lainnya.

Tapcha ke-6 Diikuti 1.602 Atlet Pencak Silat

Sebagaiinformasi, Kejuaraan Tangerang Selatan Pencak Silat Champion ke-6 tingkat nasional ini diikuti oleh 1.602 peserta dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Mahasiswa dan Dewasa.

Ketua Pelaksana Tapcha ke-6 Marullah Yusuf menuturkan, event pada tahun 2024 ini ada peningkatan jumlah peserta. Tahun 2023 lalu jumlahnya hanya sekitar 1.300 atlet pesilat, sementara di Tapcha ke-6 ini meningkat jadi 1.602 atlet.

Ketua IPSI Provinsi Banten Ajat Sudrajat dalam sambutannya mengatakan, Pencak Silat merupakan warisan budaya bangsa Indonesia dan asli dari Indonesia.

“Pencak Silat ini merupakan turunan guru-guru besar kita terdahulu, Alhamdulillah sekarang Pencak Silat sudah ada di 75 negara di dunia,” kata Ajat saat membuka acara tersebut Jumat (13/12/2024).

Dia berharap muatan local pencak silat yang ada di Tangsel bisa berjalan dengan baik. Dia optimis Cabor tersebut akan melahirkan para atlet yang berprestasi dan menjadi tuan rumah Porprov tahun 2026, dan bisa mewakili IPSI Provinsi Banten di kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional. (Alif/Jarkasih)

BERITA LAINNYA