Tahap pertama berfokus pada upaya pra-banjir, yaitu menahan atau meretensi air hujan sebelum mengalir ke sungai.
Hal ini dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari memperluas ruang terbuka hijau, taman, dan sumur resapan.
Kemudian membangun kolam tampungan dan kolam retensi/tandon serta memperbanyak kolam-kolam retensi atau tandon.
Tahap kedua berfokus pada upaya saat banjir, yaitu memperluas penampang basah sungai atau meningkatkan kapasitas sungai melalui pelebaran sungai dengan pembangunan turap.
Pengerukan sedimentasi secara rutin. Pengoptimalan pengoperasian stasiun-stasiun pompa.
Penempatan petugas lapangan di titik-titik banjir.















