Pandeglang, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bekerja sama menjadikan Pandeglang sebagai sentra bawang merah dan cabai. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi yang kerap dipicu oleh kenaikan harga kedua komoditas tersebut.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Imaduddin Sahabat, mengatakan bahwa Pandeglang dipilih sebagai lokus karena memiliki lahan yang luas dan berkontribusi terbesar dalam penyuplai pangan di Provinsi Banten.
“Pandeglang memiliki lahan yang luas dan berkontribusi terbesar dalam penyuplai pangan di Provinsi Banten,” kata Imaduddin dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan dengan tanam bawang dan cabai di Desa Dalem Balar Kecamatan Cimanuk, Kamis (2/11).
Imaduddin menambahkan, gerakan nasional ini merupakan arahan dari pemerintah pusat agar menjaga ketersediaan bahan pokok yang rentan menyumbang inflasi seperti bawang dan cabai.
“Dari Pandeglang bisa lahir champion cabai dan bawang, terbukti dua tahun lalu Banten tetap aman dari inflasi tak lepas dari peran Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita, sangat bersyukur atas ditunjuknya Pandeglang sebagai sentra bawang merah dan cabai. Ia mengatakan bahwa ini bukan kali pertama Pandeglang mendapat tantangan besar dalam bidang pertanian.
“Ini bukan kali pertama kami mendapat sebuah tantangan besar, sebelumnya juga kami mendapat tantangan untuk menanam kedelai alhamdulillah berhasil semoga ini jiga berhasil dan petani kami sejahtera,” kata Irna.
Irna mengatakan bahwa penanganan inflasi memang harus dilakukan secara menyeluruh atau cross cutting program.
“Semua hadir disini dari Kementerian, BI, Bulog Provinsi dan kabupaten untuk membina para petani kami menjadi handal sehingga produk pertanian yang dihasilan jadi pundi uang dan masuk ke pasar strategis,” terangnya.
Irna optimistis petani Pandeglang mampu mengendalikan inflasi dari komoditi bawang dan cabai.
“Isya Allah petani kami mampu karena sudah banyak mendapatkan pembinaan sehingga bisa lebih handal dan mampu mengendalikan inflasi dari komoditi bawang dan cabai,” pungkasnya. (Red)















