Terkait dengan sembilan siswa yang mengundurkan diri, pihaknya menyebut ada berbagai alasan yang melatarbelakangi keputusan tersebut, termasuk masalah kedisiplinan dan pola kebiasaan di rumah.
“Tadi sembilan orang mengundurkan diri, tadi ada beberapa alasan. Mereka di rumah mungkin biasanya hariannya tidak ada yang mengarahkan untuk jam 4 bangun, solat, terus makan pagi, terus olahraga. Itu kan perlu waktu untuk penyesuaian,” ujarnya.
Selain itu, Singgih juga menyoroti masalah perilaku siswa yang terbawa dari lingkungan rumah, seperti kebiasaan merokok dan pergaulan bebas.
Ia menegaskan perlunya pendampingan yang lebih intensif dari pihak sekolah.
Anggaran Stimulus Triliunan Rupiah
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan dukungan anggaran yang telah mendapat persetujuan pemerintah dan DPR untuk mendukung program Sekolah Rakyat.
“Pemerintah itu kita kemarin menyetujui anggaran stimulus, tahun ini Rp1,1 triliun ya untuk melengkapi. Tahun depan itu totalnya 23 + 4, sekitar 27 atau 28 triliun untuk sekolah Rakyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran tersebut untuk pembangunan sarana dan prasarana di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
“Dana Rp23 triliun tadi untuk sarana prasarana pembangunan setiap kabupaten kota, itu sekitar 100 miliar untuk pembangunan nya,” ujarnya.
(Alif/Jek/Red)


























