Ada yang menolak revisi Undang-Undang Polri No. 2 Tahun 2002 tetapi banyak pula yang mendukungnya. Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPR, Achmad Baidowi punya pandangan berbeda. Menurutnya sudah saatnya regulasi yang mengatur kepolisian dilakukan perubahan segera. Apalagi Undang-Undang Polri No. 2 Tahun 2002 telah berusia dua dekade.
Karenanya, F-PPP mengusulkan agar dilakukannya revisi terbatas terhadap Undang-Undang Polri No. 2 Tahun 2002. Setidaknya dengan merevisi Undang-Undang Polri No. 2 Tahun 2002 bertujuan agar reformasi di tubuh Polri dapat berjalan optimal serta perlu dilakukan penguatan secara kelembagaan.
“Kami mengusulkan revisi terbatas Undang-Undang Polri No. 2 Tahun 2002 agar masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2022,” ujarnya melalui keterangannya, Selasa (23/8/2022).
Senada dengan Achmad Baidowi, Khairul Fahmi, pengamat militer dan isu keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies Universitas Jember menyatakan bahwa Undang-Undang Polri No. 2 Tahun 2002 harus segera direvisi agar sesuai dengan perkembangan yang ada. “Undang-Undang Polri sudah berusia 20 tahun.
Selain untuk menghindari terus berulangnya kekerasan, tentunya ada banyak situasi dan kondisi saat Undang Undang itu hadir, sudah tak cukup relevan dengan kondisi hari ini dan tantangan ke depan,” kata Fahmi, Minggu (29/9) seperti dikutip media.
Sementara itu, menurut Bambang Widjojanto, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), pentingnya revisi Undang-Undang Polri No. 2 Tahun 2002 karena undang-undang yang mengatur tentang Polri ini masih menitikberatkan pada fungsi keamanan daripada fungsi pengayoman dan perlindungan masyarakat.
Karena itu perlu ada sistem atau mekanisme yang mengontrol setiap tindakan yang dilakukan polisi agar tidak menyalahgunakan kewenangannya.
Agenda Tersembunyi?
Terlepas adanya pendapat yang bernuansa pro dan kontra, terkuaknya kasus pembunuhan terhadap Brigadir Joshua harus menjadi momentum untuk adanya reformasi di tubuh kepolisian republik Indonesia.















