Tangerang, HALO BANTEN – Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menyebut realisasi investasi di Kabupaten Tangerang Banten pada semester 1 tahun 2022 mengalami peningkatan dengan total nilai mencapai Rp8,5 triliun.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada semester pertama tahun 2021 yang mencapai sebesar Rp6,0 triliun.
Sektor yang paling banyak mendapatkan aliran penanaman modal ada di sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran dengan jumlah investasi mencapai Rp3,0 triliun dengan rincian PMA Rp1,8 triliun dan PMDN Rp1,2 triliun.
Sedangkan, jika dilihat berdasakan jumlah proyek yang paling banyak ada di sektor Perdagangan dan Reparasi dengan jumlah proyek sebanyak 785.
Naiknya angka realisasi investasi tersebut karena wilayah Kabupaten Tangerang masih tersedia zona peruntukan industri yang tersebar di beberapa kecamatan (Tigaraksa, Cikupa, Balaraja, Pasarkemis, Kosambi, Pakuhaji, dll).
Di sisi lain, Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Provinsi Banten ini juga diuntungkan dengan letak geografisnya yang sangat strategis atau dengan istilah lain untuk destinasi investasi.
“Selain memiliki hamparan zona industri, kita memiliki bonus geografi dan demografi,” kata Soma.
Dia menjelaskan, yang dimaksud bonus tersebut yaitu Kabupaten Tangerang, dekat dengan Pusat Ibu Kota sebagai Pusat Perekonomian Negara, dekat dengan Bandara Internasional, dekat ke Pelabuhan Laut dan Peti Kemas.
Hal tersebut memberikan kemudahan untuk mobilisasi hasil produk, baik ke dalam maupun ke luar Kabupaten Tangerang.















