Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa saat ini pemerintah tengah bersiap untuk melakukan penyerapan beras dari dalam negeri yang berasal dari panen raya pada bulan Maret nanti.
Dia menegaskan pemerintah berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk menciptakan kestabilan dan keseimbangan beras di pasaran.
Sehingga produsen dan konsumen menerima kebaikan dari kebijakan pemerintah.
Dia berharap panen bulan Maret nanti bisa di atas 3 juta ton.
“Kemungkinan di angka 3,5 juta ton sehingga dapat menurunkan tension harga beras yang ada,” ungkap Prasetyo Adi saat mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam acara pemberian bantuan pangan beras kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di gedung Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel, Provinsi Banten, Senin (19/2/2024).
Pemerintah, kata Prasetyo Adi, saat ini sedang menyeimbangkan antara Nilai Tukar Petani khususnya tanaman pangan yang angkanya 116,16 persen di tingkat petani dengan harga yang di hilir.
Menurutnya, hal ini perlu waktu untuk sampai pada keseimbangan baru.
Bulog: Stok Beras Cukup Untuk Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menerangkan bahwa Bulog memiliki ketersediaan stok beras yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang bulan puasa dan Hari Raya Iedul Fitri mendatang.
Dia menekankan, Bulog saat ini secara rutin menggelontorkan beras ke berbagai saluran distribusi baik untuk Program Bantuan Pangan Beras maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, selain menyalurkan Bantuan Pangan Beras alokasi Februari dan persiapan alokasi Maret, Bulog juga terus mendorong distribusi beras ke berbagai saluran yang diantaranya ke Pasar Induk beras Cipinang, pasar tradisional bahkan ke outlet-outlet retail modern.
Sehingga, retail modern pun sudah mulai terpenuhi dalam seminggu terakhir ini sehingga masyarakat tidak perlu kesulitan dalam mencari beras.
Salah satu warga penerima bantuan pangan, Kasno (63) warga Kelurahan CIater Kecamatan Serpong mengaku bahwa beras bantuan pangan yang dia terima sangat membantu ekonomi keluarganya.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja serabutan ini berharap agar pemerintah terus melanjutkan program pemerintah yang dapat meringankan beban rakyat seperti Bantuan Pangan ini.
“Setiap hari saya bekerja serabutan, kadang-kadang tukang parkir atau kalo ada orang manggil ya apa saja saya kerjakan,” tutur Kasno.
Bagi orang seperti dia, bantuan pangan beras ini tentunya sangat membantu dan mudah-mudahan ke depannya masih tetap ada lagi.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang hadir langsung dalam kegiatan penyaluran Bantuan Pangan beras di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menegaskan bahwa program Bantuan Pangan beras ini merupakan salah satu solusi dalam menghadapi situasi perberasan yang saat ini tengah mengalami fluktuasi harga.
Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan bahwa kegagalan panen akibat bencana el nino memicu kenaikan harga karena jumlah produksi menurun.
Berbanding terbalik dengan kebutuhan konsumsi masyarakat yang cenderung tetap atau bahkan mengalami kenaikan.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Khrisnamurti, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.
(Red)























