Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Banten, meningkatkan upaya pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, termasuk perumahan, pengelolaan air, dan pencahayaan publik.
Kegiatan pembangunan ini tidak hanya terfokus pada kawasan urban, tetapi juga menjangkau pemukiman dan daerah terpencil.
Berbagai program dilaksanakan, seperti bedah rumah tidak layak huni (RUTLH), pembangunan tandon, serta pengadaan septic tank dan penerangan jalan umum.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan bahwa program bedah rumah tahun ini menargetkan renovasi 510 unit rumah yang tidak layak huni.
Melalui inisiatif ini, Pemkot berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih serta nyaman.
“Program bedah rumah adalah bentuk kepedulian kami terhadap warga yang membutuhkan,” ujar Benyamin.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program ini, karena keberhasilan bergantung pada kolaborasi semua pihak.
Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menambahkan, program ini merupakan prioritas untuk menyediakan hunian yang layak.
Sejak diluncurkan pada tahun 2015, program ini telah merenovasi 2.511 unit rumah, memberikan dampak positif bagi banyak keluarga.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Aries Kurniawan, menyatakan bahwa perbaikan RUTLH dilakukan di berbagai kecamatan se-Kota Tangsel.
Di samping bedah rumah, Pemkot juga fokus pada penanganan banjir dengan pembangunan infrastruktur air, seperti kolam retensi dan stasiun pompa.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Robby Cahyadi, menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, pihaknya telah melakukan pengerukan di sungai-sungai dan memperluas kapasitas drainase.

Robby juga menambahkan bahwa sebanyak 82 stasiun pompa banjir telah dibangun, yang akan terus ditingkatkan untuk meminimalisir dampak banjir di wilayah rawan.
Dia mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tidak terjadi banjir.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga membangun 800 septic tank untuk meningkatkan sanitasi di kawasan permukiman.

Wali Kota Benyamin mengatakan, ini adalah bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Sementara melalui program Tangsel Terang, Pemkot juga memasang penerangan jalan umum (PJU) untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan di berbagai sudut kota.
Program ini bertujuan untuk menekan angka kriminalitas dan mendukung kegiatan masyarakat di malam hari.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Tangsel bertekad untuk mewujudkan kota yang tidak hanya modern, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan dalam memberikan kesejahteraan bagi seluruh warga. (ADV)















