“Begitu juga Jazuli Abdillah cenderung di sukai dan di pilih karena peran sosial atau perhatiannya kepada masyarakat selama ini, selaku aktivis ataupun anggota DPRD,” ungkapnya.
Menurut Kamal, empat nama potensial calon wakil wali kota di atas, terutama Erlangga, berpeluang meningkatkan atau setidaknya mempertebal dukungan publik terhadap Sachrudin.
Survei Elektabilitas Sachrudin Capai 50,2%
Meski elektabilitas personal Sachrudin saat survei di lakukan relatif dominan mencapai 50,2 persen, namun jelasnya, angka tersebut belum cukup aman. Hal itu karena berdasarkan modal strong supporter, baru 29,5 persen yang dukungannya ajeg.
“Artinya, ada 20,7 persen pendukung Sachrudin yang mungkin mengubah arah dukungan (swing voters),” tegasnya.
Ia menambahkan, pergerakan dukungan dalam beberapa waktu ke depan sangat mungkin terjadi, terlebih dengan terbentuknya poros koalisi Gerindra baru-baru ini.
Koalisi yang mengusung pasangan Faldo Maldini dan Fadlin Akbar, akan membuat pergerakan politik atau kerja elektoral di akar rumput makin kencang, sehingga kemungkinan besar berpengaruh terhadap preferensi pemilih.
“Maka perlu kehati-hatian dan kebijaksanaan bagi poros koalisi Golkar dalam menentukan pendamping Sachrudin,” tandas Kamal.
Dimensi Research & Consulting, lembaga yang tergabung dalam Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia atau PERSEPI, baru-baru ini melakukan survei preferensi pemilih pada Pilkada Kota Tangerang 2024.
Survei berlangsung pada tanggal 3-8 Juni 2024 dengan mewawancarai 440 responden yang berumur 17 tahun atau lebih atau yang sudah menikah.
Sampel berlangsung secara acak bertingkat (multistage random sampling) dan terdistribusi secara proporsional di seluruh wilayah populasi Kota Tangerang. Di perkirakan margin of error plus minus 4,8% pada tingkat kepercayaan 95%. (Cak)















