Kota Tangerang, HALOBANTRN.COM —Partisipasi pemilih di Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sangat rendah dibanding dengan Kota dan Kabupaten Tangerang.
Hal itu diketahui dari hasil perhitungan suara yang hanya mencapai 57,06% dan Golput 42,9%.
Kondisi itu terjadi, bukan karena kinerja penyelenggara KPU dan Bawaslu yang buruk, melainkan karena tingkat kepercayaan masyarakat yang sangat minim pada janji-janji pasangan calon (Paslon)
Demikian Kata Direktur Lembaga Kebijakan Publik (LKP) Ibnu Jandi, Jumat (6/12/2024).
Menurut Jandi, dalam menjalankan proses Pilkada, Komisioner KPU dan Bawaslu sudah bekerja maksimal, dengan melakukan berbagai sosialisasi.
“Penyebab rendahnya partisipasi pemilih ini ada sembilan faktor,” kata Ibnu Jandi, yang juga mantan anggota KPU Kota Tangerang periode 2003-2008.
Kesembilan faktor tersebut yaitu:
1. Jenuh dengan Pemilu Serentak
2. Lelah hanya dijadikan alat politik Yang tidak berbanding lurus dan sebangun dengan janji-janji Kesejahteraan.
3. Sudah gak percaya dengan janji-janji Paslon Pilkada 2024 di Banten
4. Investasi politik rakyat hanya dijadikan hura-hura saja oleh para elit politik.
5. Hasil demokrasi rakyat bukan menambah sejahtera, tapi semakin menderita.
6. Money politik menjadi hal yang lumrah di masyarakat, tapi belum tentu memilih.
7. Intinya Masyarakat sudah Krisis nilai terhadap Pemilu;
8. Ini harus menjadi bahan evaluasi yang hebat bagi pemerintah dan Penyelenggara Pemilu. Karena masyarakat sdh antipati dgn pemilu. Utamanya adalah di Banten;
9. Yang pesta demokrasi itu bukannya rakyat, melainkan Parpol dan elit politik. Rakyat hanya jadi penonton. (Cak)

























