Polresta Tangerang Sebut Ada 29 Titik Rawan Tawuran dan Balap Liar di Kabupaten Tangerang

Tangerang, HALOBANTEN.COM — Bulan Ramadan, Polresta Tangerang memetakan sedikitnya 29 titik yang berpotensi memicu gangguan keamanan berupa tawuran dan balap liar. Jajaran kepolisian meningkatkan intensitas patroli guna memastikan rasa aman bagi masyarakat.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyampaikan bahwa pemetaan kerawanan telah rampung bersama skema pengamanan menyeluruh. Selanjutnya, jajaran kepolisian menyiapkan langkah preventif dan preemtif untuk menjaga situasi tetap kondusif selama bulan suci.

Menurut Indra Waspada, Ramadan menjadi momentum memperkuat keimanan dan kebersamaan. Karena itu, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi prioritas utama. Selain itu, aparat juga menyiapkan penegakan hukum secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.

BACAJUGA

Berdasarkan hasil pemetaan, tercatat 18 lokasi rawan tawuran, termasuk perang sarung, serta 11 titik rawan balap liar. Adapun wilayah tersebut tersebar di hukum Polsek Cisoka, Pasar Kemis, Cikupa, Balaraja, Tigaraksa, Panongan, dan Mauk.

Sementara itu, sejumlah titik balap liar teridentifikasi antara lain Jalan Baru Pemda depan Kawasan Millennium, Perumahan Taman Adiyasa Solear, serta Jalan Raya Tanjakan Rajeg. Oleh karenanya, kepolisian meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, terutama saat ngabuburit hingga menjelang sahur.

Lebih lanjut, patroli berlangsung secara mobile maupun stasioner. Petugas juga menggelar pemeriksaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Tidak hanya itu, aparat turut memantau aktivitas media sosial yang kerap menjadi sarana kesepakatan tawuran maupun balap liar. Setiap potensi gangguan, kata Indra, akan mendapat respons cepat dari petugas.

Selain fokus pada aksi kekerasan dan balap liar, kepolisian juga mengidentifikasi 25 titik rawan kemacetan, mayoritas berada di simpang, pertigaan, dan perempatan jalan. Kemudian, terdapat sedikitnya sembilan pusat keramaian yang berpotensi menimbulkan kepadatan saat berbuka puasa.

Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Citra Raya, Puspemkab Tangerang, dan Talaga Bestari. Dengan demikian, kepolisian menempatkan tambahan personel pada titik-titik tersebut serta melakukan pengaturan arus lalu lintas secara intensif menjelang berbuka dan usai salat tarawih.

Untuk pengamanan pusat aktivitas warga, jajaran kepolisian menggelar Patroli Pusaka atau Patroli Pusat Keramaian. Langkah ini bertujuan mencegah tindak kriminal seperti pencopetan dan pencurian kendaraan bermotor, sekaligus mengantisipasi gangguan ketertiban umum.

Indra Waspada menegaskan komitmen tanpa toleransi terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas selama Ramadan. Meski demikian, pendekatan pencegahan tetap menjadi prioritas. Namun apabila muncul pelanggaran hukum, aparat memastikan tindakan tegas dan terukur. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga keamanan agar Ramadan di Kabupaten Tangerang berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

(Jar Kasih)

BERITALAINNYA

Next Post