Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) akan segera membangun PSEL Cipeucang (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) sebagai solusi modern untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus menghasilkan listrik ramah lingkungan.
Proyek yang berlokasi di TPA Cipeucang Serpong ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Tangsel dan pihak swasta, sebagai langkah strategis dalam mengubah limbah menjadi energi terbarukan.
Pembangunan dijadwalkan mulai pada 2026, dengan tahap uji coba operasional pada 2028 dan beroperasi penuh di tahun 2029.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyebut bahwa kehadiran PSEL Cipeucang akan merevolusi sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
“Dengan teknologi Moving Grate Incinerator (MGI), PSEL Cipeucang ini akan mampu mengolah hingga 1.100 ton sampah per hari. Ini akan sangat mengurangi volume sampah dan dampak lingkungannya,” ujarnya.
Empat Manfaat Utama PSEL Cipeucang bagi Warga Tangsel
Pembangunan fasilitas ini tidak hanya menyelesaikan persoalan tumpukan sampah tapi juga memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat. Berikut empat manfaat utama PSEL Cipeucang:
1. Pengolahan Sampah Baru dan Lama
Tak hanya sampah harian, PSEL Cipeucang juga akan menangani timbunan sampah lama yang telah bertahun-tahun mengendap di TPA.
Setiap hari, fasilitas ini dirancang untuk mengolah 1.000 ton sampah baru serta 100 ton timbunan lama.
Ini akan mengurangi risiko longsor, kebakaran, dan pencemaran air tanah di sekitar lokasi.
2. Menyediakan Energi Listrik Ramah Lingkungan
Proses pembakaran yang terkontrol, panas dari limbah akan bermanfaat untuk memutar turbin pembangkit listrik.
PSEL Cipeucang akan menghasilkan listrik hingga 15,7 Megawatt (MW), sesuai ketentuan Perpres No. 35 Tahun 2018.
3. Operasi Bebas Bau dan Emisi Berlebih
Dengan standar internasional pengelolaan lingkungan, fasilitas ini dipastikan tidak menimbulkan bau menyengat atau polusi udara.
Ini akan menjawab kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan yang selama ini muncul dari TPA Cipeucang.
4. Peningkatan Kualitas Hidup dan Ekonomi Warga
Selain mengurangi beban lingkungan, kehadiran PSEL Cipeucang juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui pasokan listrik dan peluang kerja baru.
Proyek PSEL Cipeucang Dibiayai Investasi Swasta, Tanpa APBD
Investasi untuk pembangunan PSEL Cipeucang mencapai Rp2,65 triliun.
Konsorsium swasta Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui anak usaha PT Indoplas Energi Hijau (IEH) dan mitra teknologi asal Tiongkok, China Tianying Inc (CNTY) membiayai sepenuhnya proyek PSEL Cipeucang.
Konsorsium IEH–CNTY resmi ditunjuk sebagai pemenang lelang pada 17 April 2025.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa proyek ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Investor membiayai sepenuhnya pembangunan PSEL Cipeucang. Ini adalah komitmen nyata kami untuk menata ulang sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan tanpa membebani anggaran daerah,” jelas Benyamin.
Dengan skema Build Operate Transfer (BOT selama 27 tahun, pemerintah juga telah menetapkan proyek PSEL CIpeucang sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 3 Tahun 2016.
Harapan ke depan, PSEL Cipeucang menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis energi bersih dan efisien. (ADV)















