Serang, HALOBANTEN.COM – Rusun Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Jamiatul Ikhwan Tanjung Teja, senilai Rp3 miliar berdiri kokoh.
Rusun santri Ponpes Jamiatul Ikhwan, yang berlokasi di Kampung Pasir Buntu, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja, itu dibangun menggunakan dana APBN oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa I Direktorat Jendral Perumahan.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama Anggota Komisi V DPR RI Tubagus Haerul Jaman, meresmikan Rusun dua lantai tersebut, Senin (20/2/2023).
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersyukur atas pembangunan Rusun Ponpes Jamiatul Ikhwan dibawah Pimpinan KH Tubagus Ahmad Khudori Yusuf yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang.
“Program Kementerian PUPR merupakan program yang sangat luar biasa baiknya, karena salah satu yang menjadi prioritas pemerintah baik pusat atau provinsi kabupaten dan kota itu di bidang pendidikan,” ujarnya kepada wartawan usai peresmian.
Ponpes Jamiatul Ikhwan ini pun bagian dari pendidikan.
Dia berharap dengan adanya yang menjadi sarana prasarana penunjang untuk anak-anak santri, bisa lebih giat lagi dalam menimba ilmu agama.
“Tadi Pak Haji Jaman menyampaikan semoga anak-anak bisa lebih termotivasi lebih giat lagi belajarnya, lebih giat lagi untuk menuntut ilmu agamanya di pesantren ini dengan mereka mendapatkan tempat yang sangat layak sekali,” ujar Tatu Chasanah.
“Seperti yang tampak di dalam bangunan sarana penunjangnya berikut mebeler, kegiatan ini tentunya kami di Pemda Kabupaten Serang sangat membutuhkan keberlanjutannya,” harap Tatu Chasanah.
Tatu Chasanah juga berharap, Pengurus Ponpes Jamiatul Ikhwan bisa merawat menjaga rusun yang bisa menampung sebanyak 56 orang tersebut.
Menurutnya, jika tidak di rawat akan lebih cepat hancur. Salah satunya toiletnya harus bersih, terlebih anak-anak santri sudah besar.
Anggota Komisi V DPR RI Tubagus Haerul Jaman mengatakan penyerahan Rusun dari Kementerian PUPR ini merupakan program Komisi V DPR RI.
“Ini program Komisi V di realisasikan Kementerian PUPR untuk Sapras Ponpes, jadi bukan hanya Rusunawa, ada juga sanitasi atau MCK untuk pondok pesantren,” ujarnya.
Mantan Wali Kota Serang ini berharap dengan adanya Rusun ini bisa bermanfaat untuk santri-santriwati yang ada di pondok pesantren sehingga mereka bisa termotivasi untuk belajar lebih giat lagi dan belajar khusu lagi.
“Sehingga pondok-pondok yang ada di Banten ini bisa bermunculan santri-santri yang berprestasi, bisa membanggakan untuk daerah,” ucapnya.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa I Direktorat Jendral Perumahan Kementerian PUPR, Firsta Ismet mengatakan, untuk Rusunawa dua lantai terdapat 14 unit kamar masing-masing atas dan bawah sebanyak 7 unit, dengan mampu menampung 56 orang.
Untuk pelaksanaannya sendiri selama 133 hari kalender pada Tahun 2022 lalu dengan menghabiskan APBN lebih dari Rp3 miliar untuk kontruksi dan mebeler.
“Ini kita serahkan kepada pondok pesantren di Banten sudah beberapa ponpes, kita sekarang serah kelola namanya,”ujarnya.
Pimpinan Ponpes Jamiatul Ikhwan dibawah Pimpinan KH. Tubagus Ahmad Khudori Yusuf sangat bersyukur dengan pembangunan Rusunawa yang sangat bermanfaat untuk para santri.
Pihaknya memastikan akan menjaga dna merawat hibah bangunan dari Kementerian PUPR tersebut.
”Adanya rusunawa ini berdampak akan bertambah minat para santri santriwati untuk menimba ilmu di Ponpes Jamiatul Ikhwan ini,” ujarnya. (MG1)























