Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Tangsel Digital Academy resmi hadir di lingkungan pondok pesantren untuk memperkuat kemampuan santri dalam bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta literasi digital. Program tersebut menjadi langkah baru Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi era digital.
Tangsel Digital Academy lahir melalui kolaborasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), dan Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS). Ketiga pihak menandatangani nota kesepahaman pada kegiatan Implementasi dan Pemanfaatan Artificial Intelligence di Pondok Pesantren Al Amanah Al Gontory, Pondok Aren.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut kolaborasi itu sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas santri. Menurutnya, santri memiliki peluang besar menjadi bagian penting dalam ekosistem digital nasional.
“Kami membangun kerja sama untuk mengembangkan Tangsel Digital Academy dengan fokus meningkatkan literasi digital para santri,” kata Benyamin.
Ia menjelaskan, santri memiliki bekal ilmu pengetahuan serta nilai keimanan yang kuat. Karena itu, kemampuan digital akan membuka lebih banyak peluang belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Benyamin berharap program tersebut mampu mendukung visi Tangerang Selatan sebagai kota cerdas, modern, dan religius. Selain itu, pemerintah terus memperluas akses internet untuk mendukung proses pembelajaran digital.
Pemkot Tangsel telah memasang lebih dari 700 titik Wi-Fi gratis di masjid, musala, dan pondok pesantren. Sementara itu, jumlah akses internet gratis di seluruh wilayah Tangerang Selatan telah melampaui 5.000 titik.
Pelatihan AI, Siber, hingga UMKM Digital
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan Tb. Asep Nurdin mengatakan program tersebut menjadi bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia berbasis teknologi.
Menurut Asep, pesantren dapat berkembang menjadi pusat inovasi digital sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, para santri perlu menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai akhlak.
“Pesantren yang terkoneksi secara digital akan melahirkan santri inovatif. Selanjutnya, mereka mampu menggerakkan ekonomi digital yang berlandaskan akhlak,” ujarnya.
Program Tangsel Digital Academy menghadirkan pelatihan literasi digital, keamanan siber, pemasaran digital, serta pemanfaatan AI. Selain itu, peserta akan memperoleh pendampingan transformasi digital untuk UMKM pesantren.
Para santri juga akan mengikuti pembelajaran bersama para pakar teknologi. Bahkan, penyelenggara menyiapkan kompetisi inovasi digital untuk mendorong lahirnya talenta digital baru.
Asep menambahkan, Diskominfo Tangsel telah menjalin kolaborasi dengan Meta untuk memperkuat penanganan hoaks. Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat melaporkan informasi palsu yang berpotensi merugikan individu maupun lembaga, termasuk pondok pesantren.
(LIF)























