Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Kawanan maling membopbol rumah warga di Jalan Bakti Jaya LUK, Blok E5 RT01/07, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Banten.
Peristiwa ini viral setelah video rekaman CCTV pelaku tersebar di media sosial.
Berdasarkan video rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat pelaku berjumlah empat orang berboncengan dengan dua sepeda motor.
Dua orang menunggu di luar, yang dua menggeledah rumah. Kejadiannya hanya sebentar cuma 4 menit.
Kasie Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Galih Dwi Nuryanto mengatakan kasus pencurian tersebut terjadi pada Minggu (4/6/2023) sekitar pukul 10.25 WIB.
“Untuk waktu kejadiannya berdasarkan rekaman CCTV terjadi pada hari Minggu, 4 Juni 2023 sekitar pukul 10.25 WIB,” ujar Galih dalam keterangannya, Selasa (6/6/2023).
Galih menjelaskan, kasus ini bermula ketika korban berinisial AB meninggalkan rumahnya untuk pergi ke Pondok Benda Pamulang pada Minggu (4/6) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Ketika kembali, korban melihat kondisi rumahnya sudah berantakan dan sejumlah barang dibawa pelaku.
Adapun barang berharga yang digasak para pencuri di antaranya laptop, kamera DSLR, dan lensa, serta satu jam tangan.
“Didapati bahwa barang-barang yang berada di dalam sudah berantakan dan beberapa barang hilang diduga diambil oleh para pelaku,” ucapnya.
Menurut Galih, pihak kepolisian yang mendapat laporan pun langsung turun mengecek lokasi dan rekaman CCTV.
Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Polsek Cisauk.
“Kini kasus tersebut dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Cisauk,” tukasnya.
Salah satu penghuni rumah, Nia (25) menjelaskan, kasus pembobolan rumah tu terjadi saat dia tengah pergi mengantar ayahnya untuk menjalani terapi di kawasan Pondok Benda Kecamatan Pamulang.
Namun setelah kembali ke rumah, dia terkejut mendapati gembok pagar sudah dalam keadaan terbuka.
“Kondisi kamar saya, abang dan orang tua saya sudah acak-acakan,” jelasnya, Senin (5/6/2023).
Adapun barang yang dicuri yakni satu unit laptop merk Lenovo, satu unit kamera DSLR beserta lensa, dan satu unit jam tangan merk Bonia.
“Total kerugian sekitar Rp20 juta,” ujar Nia.
(Jek)















