Tangerang, HALOBANTEN.COM – Sebanyak tujuh pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tertangkap warga saat diduga hendak terlibat tawuran di Kampung Sibolang, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Rabu (18/2/2026).
Peristiwa tersebut bermula ketika warga mencurigai rombongan pelajar yang melintas secara berkelompok dengan sepeda motor. Selain itu, jumlah kendaraan yang cukup banyak serta pola berboncengan memicu kecurigaan masyarakat sekitar.
Selanjutnya, warga menangkap para pelajar tersebut untuk pemeriksaan. Dari hasil pengecekan, warga menemukan senjata tajam berupa celurit serta penggaris besi. Dugaan warga, para pelajar tersebut hendak lakukan aksi tawuran.
Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi menjelaskan bahwa para pelajar berasal dari sejumlah sekolah berbeda. Ia menyebutkan, kecurigaan warga muncul karena para siswa bergerombol dan menunjukkan gelagat mencurigakan.
Menurut Humaedi, berdasarkan pemeriksaan awal, para pelajar mengaku baru pertama kali merencanakan tawuran. Rencana tersebut, kata dia, bertepatan dengan momentum libur Tahun Baru Imlek 2026.
Kemudian, pada Rabu pagi, orangtua masing-masing bersama pihak sekolah menjemput para siswa tersebut. Pihak kepolisian juga meminta orangtua serta perwakilan sekolah membuat surat pernyataan sebagai komitmen pembinaan agar para pelajar tidak mengulangi perbuatannya.
Pasca kejadian itu, polisi meningkatkan patroli dan pengawasan pada sejumlah titik rawan tawuran. Langkah tersebut bertujuan mencegah kejadian serupa terjadi kembali.
Bentrokan Dua Kelompok Bersenjata Tajam Picu Kepanikan di Rajeg
Sementara itu, bentrokan dua kelompok bersenjata tajam terjadi di Jalan Raya Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, (15/2/2026) jelang subuh. Insiden tersebut memicu kepanikan pengendara serta warga sekitar.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sempat lumpuh. Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil memilih menghentikan kendaraan guna menghindari risiko serangan senjata tajam.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar, salah satu kelompok datang secara konvoi menggunakan sepeda motor. Setelah itu, mereka berhenti di tengah jalan sambil berteriak dan memprovokasi kelompok lain yang berada di seberang sungai.
Situasi semakin tegang ketika kedua kelompok saling menantang. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga terhadap potensi bentrokan lanjutan.
Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya aksi kekerasan jalanan bersenjata tajam di wilayah Kabupaten Tangerang yang meresahkan masyarakat dan pengguna jalan.
(Jar Kasih)















