Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes mendorong penguatan kesehatan mental remaja. Pesan tersebut ia sampaikan saat mengunjungi SRMA 33 Tangsel, Jumat (18/9/2026). Kunjungan itu sekaligus memperkuat edukasi kesehatan mental remaja melalui PIK-R.
Ratu Ayu mengatakan Kemendukbangga/BKKBN menjalankan program berdasarkan siklus kehidupan manusia. Program tersebut mencakup bayi, remaja, calon pengantin, orang tua, hingga lanjut usia.
Karena itu, perhatian terhadap remaja menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga. Salah satunya melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Wamen Dorong Penguatan PIK-R
Ratu Ayu menjelaskan PIK-R menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan berbagai persoalan. Siswa juga dapat saling berbagi cerita dengan teman sebaya.
“Tujuannya apa? Agar anak-anak yang bersekolah di sini punya tempat/wadah untuk bisa saling bercerita,” ujar Ratu Ayu.
Menurutnya, remaja biasanya lebih nyaman berbicara dengan teman sebaya. Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN menggandeng Forum Genre untuk memberikan pelatihan konseling sebaya.
“Karena anak-anak remaja ini biasanya memang senang berbicara dengan peer-nya atau teman-teman sebaya,” ujarnya.
Terlebih, para siswa SRMA 33 tinggal dalam lingkungan asrama. Karena itu, konseling sebaya dapat membantu menjaga kesehatan mental mereka selama mengikuti pendidikan.
Ratu Ayu berharap PIK-R berkembang pada berbagai sekolah di Indonesia. Ia juga berharap program tersebut hadir lebih luas pada Sekolah Rakyat.
Menurutnya, penguatan PIK-R dapat mendukung kebahagiaan serta kesehatan mental anak-anak dan remaja.
Pesan untuk Keluarga dan Remaja
Selain kesehatan mental, Ratu Ayu mengingatkan keluarga tentang pentingnya perencanaan keluarga. Ia meminta pasangan usia subur menghindari konsep “4 Terlalu”.
Konsep tersebut mencakup terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak anak.
“Kalau untuk keluarga, pasangan usia subur, tentu saja pastikan agar dihindari 4 Terlalu,” ujarnya.
Menurut Ratu Ayu, perencanaan keluarga memiliki peran penting dalam menghadapi bonus demografi Indonesia. Keluarga terencana dapat mendukung tumbuhnya anak berkualitas dan produktif.
“Perencanaan keluarga itu menjadi sangat penting karena bagaimana kita mengoptimalisasikan bonus demografi,” ujarnya.
Sementara itu, Ratu Ayu mengingatkan remaja agar menjaga kesehatan reproduksi. Ia juga meminta remaja menjauhi seks bebas dan pernikahan dini.
“Edukasi yang dilakukan justru adalah bagaimana mengingatkan remaja-remaja ini agar tidak melakukan seks bebas,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta remaja fokus menempuh pendidikan dan mempersiapkan masa depan. Menurutnya, remaja memiliki masa depan panjang untuk meraih berbagai kesempatan.
“Jangan menikah dini karena ada masa depan yang begitu panjang yang bisa diraih,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian pelayanan KB serentak. Program tersebut berlangsung mulai 10 September hingga 20 Oktober 2026
Ratu Ayu mengatakan Kemendukbangga/BKKBN menyediakan alat kontrasepsi bagi masyarakat. Program itu bertujuan mendukung keluarga dalam merencanakan kehidupan dan mengatur jarak kehamilan.
Sebelumnya, Ratu Ayu juga meninjau pelayanan KB gratis di wilayah Tangerang Selatan. Selanjutnya, ia mengunjungi SRMA 33 bersama Kementerian Sosial dan pihak Sekolah Rakyat.
Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden. Program tersebut memberikan kesempatan kepada anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan dan tinggal dalam asrama.
(LIF)

























