Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Kemarahan warga Ciputat memuncak hingga berujung pada penggerebekan sebuah penginapan RedDoorz di kawasan Cimangghotelis Ciputat, pada Sabtu (16/11/2024) malam.
Dugaan kuat adanya aktivitas prostitusi online di lokasi tersebut menjadi pemicu utama aksi tersebut.
Lurah Ciputat, Iwan Pristiasya, yang turut hadir dalam penggerebekan, mengungkapkan bahwa warga merasa resah dengan keberadaan RedDoorz yang dianggap meresahkan lingkungan.
“Warga melaporkan langsung kepada saya dan para RT. Mereka sudah geram dengan situasi ini,” ujar Iwan saat dikonfirmasi, Minggu (17/11/2024).
Bersama jajaran Polsek Ciputat Timur dan petugas Trantib, Iwan langsung menuju lokasi kejadian.
Sesampainya di sana, puluhan warga sudah berkumpul dan bersiap melakukan penggerebekan. “Sekitar 50 warga, termasuk tokoh masyarakat, ikut dalam aksi ini,” imbuhnya.
Hasil penggerebekan pun cukup mengejutkan. Petugas menemukan sejumlah wanita yang diduga kuat sebagai pekerja seks komersial.
“Meskipun tidak tertangkap tangan sedang melakukan transaksi, namun dari pengakuan mereka, cukup kuat dugaan adanya aktivitas prostitusi di lokasi ini,” jelas Iwan.
Lebih lanjut, Iwan mengungkapkan bahwa izin operasional RedDoorz di lokasi tersebut ternyata sudah habis sejak sebulan lalu.
“Pemilik gedung dan pengelola ternyata berbeda. Kontrak sewa sudah berakhir, namun tempat ini masih beroperasi,” ungkapnya.















