Meski demikian, Yusril tetap berkomitmen untuk aktif dalam politik sebagai individu dengan latar belakang akademisi.
Ferry menyebut bahwa Yusril kini berstatus sebagai anggota biasa partai dan telah mundur dari jajaran pengurus pusat partai.
Yusril awalnya ingin menunjuk Fahri Bachmid sebagai penggantinya secara aklamasi, namun usulan ini ditolak oleh sebagian kader.
Ferry mengusulkan agar penunjukan Penjabat Ketum dilakukan melalui pemungutan suara.
“Jika dilakukan aklamasi, kesannya memaksakan kehendak. Akhirnya Bang Yusril setuju dengan usulan voting. Saya katakan, jika saya kalah, saya akan mendukung hasil voting,” kata Ferry. (Red)















