HALOBANTEN, – Zoom, platform komunikasi video populer, baru-baru ini meluncurkan serangkaian fitur baru yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI). Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu pekerja mengurangi tugas-tugas administratif yang berulang, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pekerjaan yang lebih bermakna.
Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah Workflow Automation. Layanan ini menawarkan templat otomasi tanpa kode yang dapat disesuaikan oleh pengguna untuk menyelesaikan tugas-tugas spesifik. Fitur ini juga mendukung integrasi dengan aplikasi pihak ketiga dan perangkat lunak internal perusahaan.
Menurut Wei Li, Head of Team Chat di Zoom, fitur ini sangat mudah digunakan bahkan bagi mereka yang tidak memiliki keahlian teknis. “Memberdayakan orang dengan AI untuk membantu mereka menyelesaikan lebih banyak pekerjaan adalah inti dari apa yang kami lakukan di Zoom,” ujarnya.
Sebagai contoh, Workflow Automation dapat digunakan untuk membuat ringkasan rapat secara otomatis dan menambahkannya ke berbagai platform seperti Zoom Docs, Google Docs, atau Microsoft Word. Kemudian, ringkasan ini dapat dibagikan secara otomatis ke saluran obrolan tim tanpa perlu intervensi manual.
Zoom menekankan bahwa teknologi tanpa kodenya memungkinkan hampir semua orang untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan, berbeda dengan pesaing yang seringkali membutuhkan pengetahuan teknis tertentu.
Selain itu, Zoom juga menambahkan fitur-fitur baru pada AI Companion, alat bantu AI mereka. Dalam lingkungan kerja hybrid yang semakin umum, fitur audio companion di Zoom Rooms memungkinkan penggunaan laptop masing-masing pekerja sebagai mikrofon tambahan untuk kualitas audio yang lebih jernih.
Zoom juga akan segera menambahkan aplikasi YouTube ke dalam Zoom Meetings. Fitur ini memungkinkan berbagi video asli tanpa hambatan bagi semua peserta, menggantikan cara berbagi layar yang seringkali kurang optimal.
Transformasi Zoom: Dari Konferensi Video ke Platform AI Terintegrasi
Peluncuran fitur-fitur baru ini menandai transformasi signifikan bagi Zoom. Perusahaan yang sebelumnya dikenal dengan perangkat lunak konferensi video ini kini ingin dikenal sebagai penyedia perangkat lunak Workplace yang didukung oleh AI.
Di bawah kepemimpinan CEO Eric Yuan, Zoom tidak lagi hanya alat konferensi video. Mereka telah bertransformasi menjadi platform AI-first yang komprehensif, menawarkan berbagai alat produktivitas seperti Zoom Phone, Team Chat, Events, dan Docs.
AI Companion menjadi bintang utama dalam transformasi ini, dengan pertumbuhan pengguna yang sangat pesat. Fitur-fitur baru seperti AI Companion 2.0 menjanjikan perubahan signifikan dalam efisiensi kerja. Kemampuan seperti memori, penalaran, dan integrasi dengan platform lain seperti Microsoft dan Google akan mengubah tugas-tugas kompleks menjadi proses yang lebih efisien.
Peluncuran Custom AI Companion yang akan datang memungkinkan bisnis untuk mempersonalisasi asisten virtual mereka, menyesuaikannya dengan sistem dan tugas yang ada.
Zoom juga mengembangkan AI agent yang diharapkan dapat menangani tugas-tugas penalaran yang rumit, memungkinkan interaksi yang lebih alami. Penggunaan AI terfederasi memungkinkan pemilihan model AI yang paling sesuai untuk setiap tugas, menggabungkan kualitas dan efisiensi biaya.
Sektor-sektor seperti ritel, perawatan kesehatan, dan pendidikan telah merasakan manfaatnya, terutama dengan investasi besar-besaran pada Zoom Phone. Kemitraan dengan Mitel juga memperluas jangkauan mereka ke jutaan pengguna di seluruh dunia.
Dengan fokus pada AI dan solusi terintegrasi, Zoom menunjukkan komitmennya untuk berada di garis depan revolusi tempat kerja yang didorong oleh AI. Mereka mengajak kita untuk memikirkan kembali batasan kemampuan di tempat kerja.















