Tangerang, HALO BANTEN – Warga Panunggangan Barat, Kota Tangerang, Banten, ramai-ramai mendatangi kantor Wali Kota Tangerang Banten, Kamis (29/9/2022), sesampainya di lokasi, warga menggelar aksi ‘kubur diri’.
Aksi ‘kubur diri’ itu pun mendapat perhatian warga lainnya yang sedang berada di Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Banten. Dalam aksinya, pengunjukrasa tidak hanya datang dengan tangan kosong. Mereka juga membawa tanah menggunakan kendaraan pengangkut tanah untuk menutup tubuh peserta aksi yang melakukan aksi kubur diri.
Terdapat tiga warga yang melakukan aksi kubur diri dengan tanah merah mulai dari kaki hingga leher. Sementera bagian kepala dibiarkan terbuka.
Di lokasi aksi kubur diri juga ditempatkan kardus yang telah dipotong sedemikian rupa dengan menyerupai batu nisan.
Tiga warga yang melakukan aksi kubur diri itu dikelilingi oleh puluhan warga lainnya dengan diiringi orasi dan lantunan salawat.
Selain tiga orang yang dikubur, ada juga penggunjukrasa yang menggunakan pakaian serba hitam, membawa bendera kuning, bendera dan spanduk penolakan.
“Aksi kubur diri ini sebagai bentuk penolakan warga atas direlokasinya makam Syekh Ki Buyut Jenggot atau Syekh Tubagus Rajasuta bin Sultan Ageng Tirtayasa,” ujar Koordinator Advokasi Situs Cagar Budaya Syekh Ki Buyut Jenggot, Tubagus Saptani, di lokasi aksi.

















