Tangerang, HALOBANTEN.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-September meningkat 58,9 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Surplus Indonesia mencapai 39,87 miliar Dolar AS, naik 58,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2021,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan di acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (19/10/2022).
“Ekspor nonmigas tercatat sebesar 207,19 miliar Dolar AS atau naik 33,21 persen dibanding tahun 2021 yang lalu,” sambungnya.
Untuk mendukung pertumbuhan ekspor, Indonesia terus berupaya membuka akses pasar di negara-negara mitra melalui perjanjian perdagangan serta pengiriman misi dagang.
Selain itu, pemerintah juga tengah fokus mengembangkan potensi perdagangan di pasar nontradisional.
“Ke depan, kami akan lebih fokus menggarap pasar nontradisional. Untuk mengatasi perlambatan ekonomi dunia, kita fokus menggarap pasar nontradisional,” kata Zulkifli.
Mendag mengungkapkan, dalam pelaksanaan TEI ini akan dilakukan penandatanganan sejumlah komitmen pembelian antara para eksportir dengan mitra dagangnya.
“Pagi ini, belum buka tadi, sudah ada (penandatanganan) kontrak satu 1,5 miliar Dolar AS. Jadi pameran belum buka kita sudah kontrak 1,5 miliar Dolar AS,” kata Zulkifli.
“Oleh karena itu, kami dari Kementerian Perdagangan yakin selesai pameran ini mudah-mudahan kita bisa dapat kontrak dari hasil expo ini mudah-mudahan kita bisa mencapai 10 miliar Dolar AS,” lanjutnya.
TEI ke-37 2022 digelar secara hybrid dengan mengusung tema “Strengthening Global Trade for Stronger Recovery”.
Acara ini diharapkan menjadi titik balik geliat ekonomi Indonesia pascapandemi COVID-19.
Pameran yang menghadirkan beragam produk unggulan Indonesia ini akan diselenggarakan selama lima hari pada 19–23 Oktober 2022 di ICE, BSD Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang Banten.
Sementara pameran online akan berlangsung pada 19 Oktober–19 Desember 2022.
Produk yang ditampilkan terbagi dalam 7 zona kategori, yaitu manufaktur, fesyen dan aksesoris, kecantikan dan kesehatan, peralatan medis, mebel dan dekorasi, jasa digital, serta makanan dan minuman.
Sebanyak 2.288 pembeli dari 176 negara telah terdaftar pada pameran ini.
Selain pameran, akan diselenggarakan juga Trade Tourism and Investment Forum dan Jakarta Muslim Fashion Week 2023.
Kemdian pemberian penghargaan Primaniyarta dan Primaduta sebagai bentuk apresiasi kepada eksportir nasional dan importir luar negeri yang terus menumbuhkan ekspor Indonesia di tengah pandemi. (JEK)















