Tangerang, HALOBANTEN.COM – Oknum anggota TNI Angkatan Udara (AU) di Tangerang, diduga menganiaya seorang pria lanjut usia (Lansia).
Akibat penganiayaan itu, korban alami luka. Aksi penganiayaan itu terekam kamera warga dan videonya viral di media sosial.
Peristiwa pemukulan yang viral tersebut diduga terjadi di Perumahan Tajur, Ciledug, Kota Tangerang.
Dugaan penganiayaan itu diunggah anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut di akun Instagram @hillarybrigitta.
Dalam caption video unggahannya menyebutkan bahwa Pratu SH melakukan melakukan penganiayaan.
“MASUK LAPORAN HARI INI penganiayaan lansia, pengancaman, perbuatan tercela di mana pelaku yang merupakan anggota TNI berupaya menculik anak (YANG BUKAN ANAKNYA TAPI CUCU LAIN DARI KAKEK TERSEBUT UNTUK DIJADIKAN TAWANAN BARTER) dan juga menganiaya Kakek dari anak ini (ayah dari istri siri) dalam upaya merebut anak dari wanita yang tidak mau ia nikahi,” tulis caption tersebut.
“Karena posisi bayi di papua bersama ibunya, pelaku meneror keluarganya. Saya akan terus mengawal kasus ini dan sore ini keluarga sudah saya minta utk melapor di @polisi_militer_pomau @polisimiliterangkatanudara dan apabila ada kendala tim kami akan turun hari ini,” sambung caption tersebut.
“Kami akan melaporkan langsung malam ini kepada panglima TNI agar dapat diatensi karena upaya penculikan sudah sangat jahat, tapi pemukulan kakek lansia tidak berdaya lebih membuat hati panas. Mohon atensinya @militer.udara. Saya menindaklanjuti karena saya anggota komisi 1 yang membidangi pertahanan dengan mitra pengawasan TNI sehingga walaupun bukan di Sulut tapi ini masuk ranah tupoksi saya. Terima kasih,” lanjut tulisan pada akun Instagram tersebut.
Video penganiayaan itu juga beredar di media sosial twitter. Dalam video unggahan akun @nestanes, tampak oknum prajurit diduga berinisial SH dengan jaket hitam dan memakai helm biru, tengah terlibat cekcok dengan seorang lansia.
“Mohon arahan pelaporannya min, salah satu anggota melakukan tindak kekerasan terhadap salah satu keluarga saya, ancaman pembunuhan dll #twitterDoYourMagic,” tulis akun @nestanes itu yang juga menghastag TNI AU.
Di lain pihak, akun resmi twitter TNI AU telah menanggapi laporan melalui akun twitter @nestanes dan akun Instagram @cinmauren dan @hillarybrigitta, tentang dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI AU.
“Bahwa benar ybs atas nama Pratu Syakban Husein, Tamtama Pembekalan Siang Disops Lanud ATS,” tulis akun resmi TNI AU di twitter.
“Ybs hari ini tercatat tidak masuk ke kantor tanpa ijin & sedang dalam pencarian pihak intelijen serta Satpom Lanud ATS. Ybs akan diberikan sanksi sesuai kesalahan yg dilakukan dan akan diproses ssi ketentuan,” tulis akun tersebut.
Penganiayaan Diduga Karena Rebutan Hak Asuh Anak
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Atang Sendjaja Letkol Adam membenarkan adanya aksi penganiayaan oleh oknum anggota TNI AU.
Dia menyebut terduga pelaku penganiayaan berdinas di Lanud Atang Sendjaja.
Penganiayaan itu disebutkan berawal dari percobaan penculikan terkait hak asuh anak.
“Betul. Keterangan lebih lanjut ke Dispen AU (Dinas Penerangan Angkatan Udara), jarena sedang proses pemeriksaan,” ujar Adam, Rabu (14/12/2022).
Saat ini, pelaku telah di serahkan ke Satpom Lanud Halim Perdanakusuma.
“Karena TKP-nya di Tangerang. Otoritas Halim. Yang bersangkutan berdinas di ATS baru sebulan,” jelas Adam.
Menurut informasi yang beredar, aksi pemukulan itu bermula dari permasalahan hak asuh anak di luar nikah dari pelaku.
Diduga pelaku telah menghamili salah satu anak dari korban pemukulan tersebut.
Pelaku telah memiliki istri sah dan anak dari korban pemukulan sudah hamil, keduanya pun dinikahkan secara siri.
Pelaku pun sempat berjanji akan menceraikan istri pertamanya, ketika anak dari istri sirinya itu telah lahir.
Lantaran cekcok tersebut, pelaku yang emosi kemudian memukul korban hingga berdarah di bagian wajahnya.
Setelah itu lalu pergi menggunakan kendaraan roda dua.
Kapolsek Ciledug Kompol Noor Maghantara membenarkan kejadian itu terjadi di wilayah hukumnya.
Noor menuturkan, lebih lanjut dari kasus kejadian tersebut telah diserahkan ke TNI AU.
“Kejadian itu sudah diarahkan ke POM AU Halim Perdanakusuma,” singkatnya. (TIM/RED)















