Lebak, HALOBANTEN.COM – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menyambut baik program penanganan stunting berbasis pertanian yang diinisiasi oleh Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lebak saat menerima kunjungan Tim BSIP Kementan RI Nandang Sunardar selaku Penyuluh Pertanian Madya beserta rombongan, di Gedung Negara Kabupaten Lebak, Rabu (18/10/2023).
Bupati Lebak menjelaskan, stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian pemerintah. Prevalensi stunting di Kabupaten Lebak masih cukup tinggi, yaitu sebesar 3,65% berdasarkan data E-PPGBM By name by address per tahun 2023.
“Oleh karena itu, kami menyambut baik program penanganan stunting berbasis pertanian yang diinisiasi oleh BSIP Kementan RI. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Lebak,” kata Bupati Lebak.
Bupati Lebak juga menyampaikan bahwa Pemkab Lebak telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan stunting, antara lain:
- Meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi
- Meningkatkan kualitas asupan gizi ibu hamil dan anak
- Meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak
“Kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan upaya penanganan stunting di Kabupaten Lebak,” pungkas Bupati Lebak. (***)















