Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Panitia Pengadaan Badan Usaha Pelaksana (BUP) mulai mengumumkan prakualifikasi pengadaan badan usaha pembangunan dan pengoperasian fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Cipeucang Kota Tangsel.
Pengumuman proyek senilai Rp2,3 triliun itu disampaikan melalui website resmi Pemkot Tangsel. Bagi para pengusaha atau investor yang ingin ikut mendaftar sebagai peserta tender proyek PSEL Cipeucang salah satunya bisa mengeakses situs resmi https://psel.tangerangselatankota.go.id.
Sayangnya sudah beberapa hari terakhir ini website https://psel.tangerangselatankota.go.id itu tidak dapat dibuka sehingga para pengusaha atau investor tidak bisa mengakses dan mengunduh formilur persyaratan dan dokumen lainnya pada situs tersebut.
Masalah ini pun dikeluhkan dan menimbulkan pertanyaan dari kalangan pengusaha yang hendak mendaftar menjadi peserta tender.
Salah satu pengusaha, Uten Sutendy mengatakan, dirinya sudah beberapa kali mencoba membuka situs tersebut sejak beberapa hari lalu. Namun situs tak kunjung dapat dibuka.
“Tender proyek PSEL Cipeucang Tangsel senilai Rp2,3 triliun itu ternyata tidak bisa dibuka websitenya,” kata Uten kepada halobanten.com, Selasa (04/6/2024).
“Pertanyaannya, kenapa website tersebut tidak bisa dibuka? Ada apa?,” tanya Uten.
Harusnya, kata Uten, situs untuk proyek sebesar ini mudah dibuka dan mudah diakses oleh semua kalangan, baik yang ingin berkontribusi menjadi bagian dari mitra maupun masyarakat yang ingin mengetahui sejauhmana tender itu bisa dijalankan.
Kejadian ini menurutnya sangat ironis karena tender proyek yang nilainya ratusan juta, hingga miliaran itu hampir tidak pernah ada masalah pada website tendernya. Bahkan setiap orang bisa mengaksesnya.
“Nah ini yang proyek senilai triliunan rupiah ko ga bisa diakses. Ini ada apa?” tanya Uten lagi.
Setelah pihaknya mengkonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, pihak dinas beralasan ada kerusakan pada server websitenya.
Bukan hanya dirinya saja yang tidak bisa mengakses situs tender proyek tersebut. Beberapa pengusaha lainnya pun mengalami hal yang sama. salah satunya Kemal Pasya. Dia mempertanyakan sulitnya mengakses situs PSEL Cipeucang kepada Kepala Dinas LH Tangsel Wahyunoto Lukman. Namun Kepala DLH malah mengarahkan Kemal untuk datang langsung ke sekretariat panitia lelang karena website sedang dilakukan maintenance.
Menurutnya, masyarakat perlu lakukan kontrol terhadap pelaksanaan tender proyek PSEL Cipeucang ini karena masalah sampah Cipeucang sudah menjadi problem publik atau masalah sosial yang cukup lama.
Sampah di TPA Cipeucang juga sudah menjadi perhatian public yang cukup lama. Oleh karenanya, masyarakat Tangsel menunggu akan adanya pembenahan di wilayah Cipecang.
Alasannya, keberadaan sampah di TPA Cipeucang juga mengakibatkan sungai Cisadane menjadi kotor dan tercemar.
“Akibat jebolnya turap pada TPA Cipeucang beberapa waktu lalu, sungai Cisadane jadi kotor dan tercemar,” jelas Uten.
Alasan lainnya, bau busuk sangat menyengat yang ditimbulkan oleh sampah TPA Cipeucang menyebar kemana-mana sampai saat ini dan itu sangat mengganggu lingkungan masyarakat.
Ketiga, kata Uten, beberapa kali para ahli dan para investor datang untuk bekerjasama dari dulu hingga kini belum pernah terealisasi.
“Untuk kota sebesar Tangsel harusnya persoalan sampah sudah selesai, karena begitu banyak para ahli yang mumpuni di bidang persampahan itu ada di Tangsel,” jelasnya.
Oleh karena itu tender proyek PSEL Cipeucang Tangsel yang akan dilaksanakan itu harus benar-benar dikontrol oleh masyarakat supaya tidak gagal lagi. “Tender ini sudah sering dan sudah beberapa kali gagal,” tuturnya.
Sementara, Kepala DLH Kota Tangsel Wahyunoto Lukman ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut melalui telpon selulernya, yang bersangkutan tidak menjawab. Bahkan pesan Whatsapp yang dikirim wartawan pun tak kunjung dibalas.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kebersihan DLH Tangsel Tb Apriliadi ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa ada kendala pada servernya sehingga belum bisa diakses. “Kita cek, ada masalah apda servernya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Panitia Pengadaan BUP Pemkot Tangsel mengumumkan Prakualifikasi (Pre-Qualification/PQ) dalam rangka pengadaan Badan Usaha Tunggal/Konsorsium Nasional/Internasional untuk merencanakan, membangun, mengoperasikan dan memelihara serta membiayai Pembangunan dan Pengoperasian Fasilitas PSEL Cipeucang Tangsel.
Pemkot Tangsel merencanakan pembangunan dan pengoperasian fasilitas pengolahan sampah yang dapat mengolah sampah minimal 1.000 ton per hari tersebut dengan teknologi Moving Grate Incineration (MGI) atau yang sejenis yang menghasilkan listrik.
Bagi Badan Usaha Indonesia atau Badan Usaha Asing yang berminat dapat melakukan pendaftaran dan mengunduh dokumen secara online melalui situs https://psel.tangerangselatankota.go.id/ atau dapat mendaftar secara langsung pada hari kerja ke Sekretariat Panitia Pengadaan. (Red)























