Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Sebuah insiden penyerangan dan pengancaman dengan senjata tajam terjadi di sebuah minimarket kawasan Setu Puspiptek pada Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.
Sekelompok pria bersenjata tajam yang diduga memiliki urusan pribadi dengan salah satu warga melakukan aksi brutal dengan mengancam masyarakat di lokasi.
Aksi para pelaku terekam kamera CCTV yang terpasang di minimarket.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, kelompok pria bersenjata tajam itu menodongkan senjata tajam kepada pengunjung minimarket.
Namun aksi pelaku tampak dihalang oleh pria lain dan segera menariknya keluar minimarket.
Setelah melakukan ancaman, mereka segera berpindah ke lokasi lain untuk melanjutkan aksinya.
Pito, warga sekitar membenarkan adanya insiden itu.
Menurut Pito, para pelaku mencari alamat rumah seseorang dengan cara menodongkan senjata tajam kepada warga sekitar.
Setelah melakukan ancaman, mereka segera berpindah ke lokasi lain untuk melanjutkan aksinya.
Di lokasi lain, seorang warga menjadi korban penodongan dengan celurit di leher dan golok di punggung, dipaksa untuk menunjukkan lokasi yang dicari oleh para pelaku.
“Sekelompok orang tersebut kembali mengancam 1 orang warga dengan kondisi leher ditodong senjata tajam jenis celurit dan punggung ditekan menggunakan golok untuk menunjukkan lokasi yang ia cari, ” ujar Pito yang juga Ketua Tangsel Bersatu (TB).
Tidak berhenti di situ, mereka juga mengancam warga lain dengan menodongkan senjata tajam.
Dari informasi yang dihimpun, sebanyak 13 warga menjadi korban ancaman di tiga lokasi berbeda, terdiri dari 8 laki-laki dan 5 perempuan.
Beberapa korban telah melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tangerang Selatan pada Rabu (5/3/2025).
(Alif/Red)















